Valuta Asing dan Pasar Keuangan di Kawasan Asia

Ketiga LOI tersebut mewakili kepentingan bersama sehubungan dengan potensi pembentukan kerangka penyelesaian mata uang lokal antara masing-masing negara dari empat bank sentral, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengatakan dalam sebuah pernyataan di Jakarta, Jumat. Bank Indonesia dan Bank of Thailand telah sepakat untuk mulai mengeksplorasi kemungkinan memperluas ruang lingkup kerangka penyelesaian mata uang lokal yang ada, Widjanarko berkomentar.

Dia mengatakan bahwa penggunaan mata uang lokal dalam penyelesaian perdagangan dan daerah lain mengurangi biaya transaksi dan risiko valuta asing, terutama di tengah volatilitas saat ini yang dihadapi oleh mata uang. Selain itu, Widjanarko mencatat bahwa penggunaan mata uang lokal yang lebih luas dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN meningkatkan integrasi ekonomi dan keuangan, dan mendorong perkembangan lebih lanjut dari valuta asing dan pasar keuangan di kawasan Asia.

Kemajuan menuju integrasi keuangan yang lebih besar di kawasan ini merupakan perkembangan yang disambut baik ketika kami menyaksikan perluasan pengaturan serupa yang diluncurkan pada 2017, yaitu, Nota Kesepahaman (MoU) yang dibuat antara Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia, dan antara Bank Indonesia dan Bank Thailand. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan keyakinannya bahwa perkembangan ekonomi digital, termasuk revolusi industri 4.0, ditargetkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi negara.

Lihat juga pengurusan hak cipta.

Saat ini kami berada di peringkat ke-16 di dunia, sedangkan pada tahun 2030, Indonesia akan dapat lolos dari jebakan berpendapatan menengah. Indonesia kemudian dapat diakui sebagai negara berpendapatan menengah ke atas, meskipun sekarang, Indonesia adalah negara berpenghasilan menengah ke bawah. Namun, tahun depan, itu akan memasuki liga negara-negara berpenghasilan menengah, kata Hartarto melalui pernyataannya di Jakarta pada hari Jumat.

Menteri berpendapat bahwa pada tahun 2030, Indonesia diharapkan masuk ke dalam daftar 10 negara besar yang memiliki ekonomi terkuat di dunia. Dengan penerapan industri 4.0, Hartarto percaya pertumbuhan ekonomi akan mencatat kenaikan satu hingga dua persen dan selanjutnya dapat memberi jalan bagi 17 juta pekerjaan. Hal ini didasarkan pada penelitian oleh McKinsey, dan dari 17 juta pekerjaan yang diciptakan, hampir empat juta akan berada di sektor industri, sedangkan sisanya akan berada di sektor layanan dukungan industri, sehingga peluangnya terbuka lebar bagi kita, dia ditegaskan.

Kementerian Perindustrian telah berupaya untuk mendorong para pengusaha atau UKM di era ekonomi digital melalui upaya termasuk memfasilitasi produk mereka untuk masuk ke pasar e-commerce melalui program e-Smart IKM yang diluncurkan pada 2017. Selanjutnya, Kementerian Perindustrian telah menerapkan Program Santripreneur untuk memacu pertumbuhan pengusaha industri baru dari kalangan pesantren.

Lihat juga sewa mobil yang nyaman.

Menurut menteri, siswa sekolah asrama Islam, atau santri, memiliki komunitas mereka sendiri. Pesantren juga berpotensi memfasilitasi pemberdayaan ekonomi karena beberapa dari mereka telah mendirikan koperasi, mengembangkan berbagai unit bisnis atau industri kecil dan menengah, dan memiliki inkubator bisnis.

Semua potensi ini berfungsi sebagai modal yang cukup kuat untuk menghadapi revolusi industri 4.0 dan cangkang konkretnya. Kementerian Perindustrian telah mendorong dalam pendekatannya, misalnya, dengan membantu menghasilkan roti di Pondok Pesantren Muhammadiyah di Sragen. Dengan demikian, ekosistem ekonomi berjalan dengan lancar, dan pengembangan kewirausahaan terjadi di pesantren, katanya.

Selain Sragen, Jawa Tengah, Hartarto mencatat bahwa program Santripreneur telah diterapkan di berbagai daerah lain, termasuk di Bogor, Jawa Barat. Santripreneur diyakini menyempurnakan ekosistem ekonomi di lingkungan pesantren, sehingga kebutuhan para santri dan unit bisnis yang berkembang dapat dipenuhi, jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *