Universitas Pertahanan RI: Studi Kasus Konflik di Mataram

Dekan Fakultas Strategi Pertahanan Universitas Pertahanan RI, Marsda TNI Dr U H Harahap Msi, mengatakan, Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku, agama dan etnis seringkali menimbulkan percikan-percikan yang dapat membesar menjadi konflik horizontal. Namun, dengan adanya kearifan lokal di masing-masing daerah di nusantara, diharapkan dapat menjadi jembatan bagi perbedaan yang ada.

”Kami melihat Mataram adalah kota yang menarik sebagai tempat studi kasus. Bukan berarti karena kota ini terdapat banyak kasus konflik, tapi lebih karena kami dianggap dapat melakukan manajemen terhadap konflik yang terjadi di sini. Apalagi bila mengingat di Kota Mataram masyarakatnya terdiri dari beberapa macam suku, agama dan etnis,” kata Harahap saat penerimaan Kuliah Kerja Dalam Negeri Mahasiswa Program Studi Damai dan Resolusi Konflik Universitas Pertahanan, di Mataram.

Demi membangun negara Republik Indonesia, Harahap mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk bergabung di Universitas Pertahan Republik Indonesia. “Pendidikan kami setara dengan pendidikan pasca sarjana dengan full beasiswa, tapi tentunya setiap pendaftar harus lulus seleksi,” katanya.

Sementara, Sekda Kota Mataram HL Makmur Said tidak memungkiri bahwa heterogennya masyarakat Kota Mataram dan dengan kepadatan penduduk yang mencapai 6.638 jiwa/km2, terjadinya gesekan antar masyarakat sering terjadi. Tapi dalam masyarakat terdapat awiq-awiq atau peraturan dalam masyarakat yang harus dipatuhi seluruh anggota masyarakat. “Awiq-awiq tersebut diperkuat juga dengan hadirnya pamswakarsa yang turut membantu menjaga keamanan dalam masyarakat,” kata Makmur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *