RSUD KLU, Kadikes “Menyerah”

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Utara Benny Nugroho akhirnya mengaku ”menyerah” untuk rencana pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KLU.

Benny Nugroho mengungkapkannya di dalam rapat Pansus LKPJ dengan sejumlah kepala SKPD di ruang sidang DPRD, Senin (4/7). Pada kesempatan itu, Benny Nugroho menyatakan tidak mampu lagi dalam memperjuangkan program pembangunan RSUD yang penganggarannya diharapkan dibantu oleh pemerintah pusat.

Dirinya tidak bisa melanjutkan rencana pembangunan rumah sakit daerah tipe C itu lantaran alasan kondusivitas yang tidak mendukung, selain adanya isu penolakan dari sejumlah pihak. Dia juga menjelaskan di tataran pemerintah pusat pun pemberian bantuan anggaran tidak jelas.

”Kami juga tidak bisa berbuat maksimal dalam melobi anggaran jika masih terjadi pro kontra di daerah dan situasi ini sudah menjadi konsumsi di pemerintah pusat,” ujarnya di hadapan para anggota Pansus LKPJ.

Pernyataan itu justru berbalik. Sebab, sebelumnya Benny Nugroho begitu optimistis dengan realisasi anggaran sebesar Rp 120 miliar yang dijanjikan Kementerian Kesehatan yang ditargetkan terealisasi pada APBNP.

Anggota Komisi III DPRD KLU Abdul Gani menyesalkan pernyataan Kadikes. ”Seharusnya kalimat itu tidak diucapkan oleh Kadikes karena persepsi orang akan berbeda. Ucapan Kadikes itu seakan-akan mengindikasikan ketidakmampuan Dikes sendiri dalam melanjutkan upaya pembangunan RSUD yang sudah diprogramkan tahun 2010 lalu,” tukasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *