Penelitian Dan Pengembangan Eksplorasi Migas Meningkat

PT Pertamina Persero dan Petroliam Nasional Berhad (Petronas) menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang sinergi untuk mengembangkan bisnis migas dan turunannya. Kerjasama ini tidak hanya mencakup bisnis antara Indonesia dan Malaysia tetapi juga mengeksplorasi peluang bisnis di luar kedua negara. Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko Pertamina Heru Setiawan mencatat dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa bahwa MoU antara kedua perusahaan tersebut merupakan realisasi dari kerjasama pemerintah-ke-pemerintah yang telah terjalin erat.

MoU ini adalah payung untuk membangun kerjasama bisnis yang saling menguntungkan antara kedua perusahaan — sebuah kerjasama yang mencakup aspek strategis dan operasional, Setiawan menjelaskan. Menurut Setiawan, Pertamina dan Petronas akan menjajaki kemungkinan kerja sama, dari hulu ke hilir. Diantaranya adalah penelitian dan pengembangan, studi eksplorasi migas, termasuk aplikasi teknologi untuk memberikan pandangan yang meningkat untuk blok minyak dan gas dengan kandungan CO2 yang tinggi, perdagangan beberapa produk minyak dan gas dan turunannya (kondensat dan petrokimia), dan energi terbarukan. Baca selengkapnya di jasa seo berkualitas.

Kerjasama yang akan dilaksanakan, tidak hanya di Indonesia dan Malaysia tetapi juga dapat dikembangkan di negara lain, seperti pemrosesan minyak di Asia Timur dan eksplorasi bersama peluang bisnis di benua lain. Di sektor perdagangan, kedua perusahaan sepakat untuk menukar minyak mentah antara basis produksi di Malaysia dengan ladang Kikeh, Kimanis dan Kidurong, dengan basis produksi di Indonesia, untuk ladang Jabung dan Ketapang.

Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) akan menyelenggarakan pertemuan nasional para petani kelapa sawit dari seluruh Indonesia, di Jakarta, pada 27 dan 28 Februari 2019. Pertemuan tersebut akan membahas berbagai masalah seperti tentang legalitas tanah, sistem perdagangan, dan harga tandan buah segar kelapa sawit (TBS), Rino Afrino, ketua panitia pertemuan menyatakan di sini pada hari Selasa.

Afrino mencatat bahwa pertemuan itu memiliki lima tujuan. Tujuan pertama adalah untuk memberi informasi kepada semua petani kelapa sawit dari 22 provinsi tentang upaya, strategi, dan diplomasi pemerintah Indonesia untuk mempromosikan kelapa sawit sebagai komoditas strategis nasional yang berkelanjutan. Tujuan kedua adalah untuk mengidentifikasi berbagai masalah dan potensi perkebunan kelapa sawit petani plasma.

Tujuan ketiga adalah untuk mengumpulkan proposal teknis dan pandangan tentang perkebunan kelapa sawit di Indonesia, khususnya perkebunan petani plasma. Tujuan keempat adalah untuk memprakarsai komitmen bersama di antara para pemangku kepentingan untuk sebuah program yang disebut “Kelapa Sawit Indonesia Berkelanjutan, Bermartabat, dan Berdaulat.” Dan tujuan kelima adalah memperkuat peran APKASINDO untuk membantu membuat kelapa sawit berkelanjutan dari pemerintah. memprogram sukses.

Sekitar 300 petani kelapa sawit diundang untuk berpartisipasi dalam pertemuan tersebut. Pemerintah provinsi Aceh telah menetapkan target untuk menarik setidaknya tiga juta wisatawan domestik selama 2019. “Target kami adalah menerima sekitar tiga juta wisatawan domestik di Aceh tahun ini,” Jamaluddin, kepala kantor pariwisata Aceh, mengatakan di sini, Selasa.

Sedangkan untuk wisatawan asing, Aceh, provinsi paling barat Indonesia, berharap untuk menerima 150 ribu kedatangan. Jumlah kedatangan wisatawan domestik dan asing di Aceh telah meningkat sejak 2014 dan telah membawa dampak positif pada perekonomian masyarakat Aceh, katanya. Pada tahun 2014, jumlah kedatangan wisatawan di Aceh mencapai 1,47 juta, terdiri dari 1,42 wisatawan domestik dan 50,722 orang asing.

Pada 2015, jumlahnya meningkat menjadi 1,77 juta yang terdiri dari 1,717 juta wisatawan domestik dan 54.588 orang asing. Selama 2016, total 2,23 juta orang mengunjungi Aceh, terdiri dari 2,15 juta wisatawan domestik dan 76.452 wisatawan asing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *