Real Madrid Melawan Kutukan 16 Besar

Dalam enam musim terakhir, perjalanan Madrid si Raja Eropa didominasi oleh cerita tentang kegagalan. Los Galacticos pun sangat sering kandas di babak 16 besar. Itu sebabnya dikenal istilah “kutukan 16 besar” yang menggelayuti El Real.

Rabu (23/2), tim ibukota Spanyol itu di melakoni leg I 16 besar Liga Champions dengan Lyon sebagai lawan. Wakil Prancis itu adalah penjegal Los Merengues di kompetisi musim lalu. “Sejak kami terundi bertemu Lyon, kami telah mempelajari tentang mereka. Real Madrid memiliki dua halangan yang harus diatasi saat menghadapi Lyon,” ujar pelatih Real Madrid Jose Mourinho dikutip dari situs resmi klub.

Sudah bertahun-tahun lamanya sejak Madrid terakhir kali berhasil melampaui babak 16 besar dan satu lagi Madrid belum pernah mengalahkan Lyon. ‘’Saya ingin tahu apakah Lisandro, Briando, atau Delgado bermain atau tidak. Kami harus mempelajari semua kemungkinan dan bersiap untuk apa pun dan untuk segala hal,’’ katanya.

Statistik dari Soccerway menunjukkan bahwa Madrid dan Lyon sejauh ini bertemu enam kali di Liga Champions. Saat bertindak sebagai tuan rumah, Madrid hanya mampu seri. Sementara saat away, Los Blancso selalu kalah dan gagal mencetak gol.

Madrid datang ke kandang Lyon dengan rasa percaya diri tinggi. Apalagi di La Liga, mereka baru saja sukses menekuk Levante. Menghadapi Levante, Real Madrid tetap tampil serius. Keseriusan El Real turut berhasil mempertahankan reputasi pelatih Jose Mourinho yang tak pernah kalah di kandang.

Madrid mengalahkan Levante 2-0 dalam laga yang berlangsung di kandang sendiri. Di pertandingan ini, Mourinho tidak menurunkan kekuatan penuh sebagai starter. Mesut Oezil dimainkan sebagai cadangan. Sementara Xabi Alonso di bench hingga peluit panjang. Sementara Karim Benzema, Cristiano Ronaldo, Sergio Ramos, Angel Di Maria, dan Sami Khedira jadi starter.

“Saya pikir normal saja bila saya mengistirahatkan Xabi dan Oezil, yang keduanya akan bermain di laga berikutnya (Liga Champions), karena saya masih punya alternatif lain,” ujar Mourinho di situs resmi klub.

“Saya menyukai bagaimana permainan Sergio Ramos dan Benzema. Cristiano (Ronaldo) selalu ingin bermain. Cristiano berada dalam performa terbaik dari segi fisik dan tak merasa lelah. Jadi mengapa saya harus menariknya keluar? Seorang pemain memang bisa saja cedera setiap waktu. Memang risiko soal itu selalu ada dan kita tidak bisa apa-apa menghadapi hal seperti itu,” lanjut pelatih berusia 48 tahun itu.

Meski dinanti agenda penting lain yaitu di Liga Champions, Mourinho tetap memuji keseriusan anak buahnya. Keseriusan ini pula yang membawa The Special One memperpanjang rekor tak terkalahkan di kandang sendiri.

Kemenangan atas Levante merupakan kali ke-148 secara berturut-turut Mourinho berhasil membawa tim asuhannya unbeaten saat tampil di markas sendiri. Ada pun kali terakhir Mourinho menyaksikan anak asuhnya ditaklukkan tim tamu adalah pada 23 Februari 2002 silam, yakni saat FC Porto dibekuk Beia Mar.

Itu berarti sudah sembilan tahun pelatih asal Portugal tersebut tidak terkalahkan di kandang sendiri. Dari 148 pertandingan, 123 di antaranya dilalui dengan kemenangan. Bersama Madrid, Mourinho sejauh ini menang 12 kali dari 12 pertandingan di Santiago Bernabeu di kancah La Liga.

“Saya senang tim asuhan saya bermain dengan serius. Laga sebelum Liga Champions memang bisa kompleks karena fokus pemain bisa lebih condong ke kompetisi Eropa. Namun tim bermain baik dan sangat fokus,” ujar Mourinho.

Dia paham bahwa Levante bisa membuat langkah mereka jadi berat. Pertahanan mereka terorganisir dengan baik, namun Real bisa mencetak gol cepat dan membuat segalanya berada di bawah kendali tuan rumah. ‘’Menang dan mengistirahatkan pemain adalah intinya,” kata dia.

Bertanding di depan pendukungnya sendiri, Madrid tampil dominan hampir di sepanjang 90 menit laga. Sebuah gol cepat dari Karim Benzema dan gol kedua yang datang dari Ricardo Carlvalho memberi El Real kemenangan ke-19 di Liga Spanyol musim ini.

Tambahan tiga poin dari laga ini membuat Madrid kini punya 60 poin, dan semakin kokoh di posisi dua klasemen. Cristiano Ronaldo cs tetap tertinggal lima angka dari Barcelona.