TKI LOBAR Terancam Digantung Di Malaysia

Syafi’i (28), TKI asal Perempung, Desa Banyu Urip Kecamatan Gerung, Lombok Barat, NTB, terancam hukuman gantung di Malaysia. Syafi’i dituduh telah membunuh seorang mandor perkebunan kelapa sawit. Pemberitahuan tak resmi ke keluarga, Syafi’i, bakal digantung dalam hitungan pekan. Syafi’i saat ini mendekam di penjara Batu Gajah, Keluang, Johor, Malaysia Barat. Namun keluarga hingga saat ini tak mendapat pemberitahuan resmi dari pemerintah.

Jamali, salah satu sepupu Syafi’i pada wartawan di Mataram, mengatakan, keluarga mengetahui kasus yang menimpa saudaranya itu pekan lalu, setelah diberitahu Mustiah, seorang TKI dari desa yang sama, bahwa Syafi’i bakal dihukum gantung. Mustiah mengetahui kasus yang membelit Syafi’i dari pemberitaan media di Johor. Mustiah lalu mencari tahu ke penjara Batu Gajah, dan menemukan Syafi’i mendekam di sana.

“Mustiah minggu lalu menelpon ke keluarga, dan memberitahu Syafi’i akan diberi waktu hari Rabu pekan ini bertemu keluarga oleh orang penjara Malaysia dan setelah itu akan dihukum gantung,” kata Jamali. Saat ini keluarga kata Jamali tengah resah. Pasalnya keluarga tak pernah mendapat pemberitahuan apapun dari pemerintah. Sitah, ibu Syafi’i juga limbung dengan informasi itu.

Senin siang, keluarga lalu mengadu ke Yayasan Pancakarsa, lembaga non pemerintah yang aktif mengadvokasi kasus TKI di NTB. Keluarga juga minta difasilitasi bantuan hukum. Menurut keterangan Mustiah pada keluarga, Syafi’i bakal dihukum gantung atas tindak pidana yang tak pernah ia lakukan. Polisi menemukan Syafi’i di lokasi pembunuhan mandor perkebunan sawit di Tongkang Pecah, Batu Pahat, Johor.

“Syafi’i tidak membunuh mandor itu. Yang melakukannya adalah salah seorang TKI lain akibat ribut berselisih soal gaji, lalu setelah itu melarikan diri. Syafi’i tidak ikut lari karena merasa tidak terlibat. Tapi akhirnya dia yang ditangkap polisi Malaysia,” kata Jamali. Upaya penjelasan yang disampaikan oleh Syafi’i ke polisi Malaysia tak digubris. Dan ia tetap diadili dan hingga akan digantung.

Syafi’i berangkat ke Malaysia tahun 2005. Ia telah tiga kali bolak balik bekerja di negeri Jiran itu, dan sama sekali tak pernah terlibat kasus hukum. Ia juga berangkat secara resmi melalui PT Wira Karitas. Sementara Fitriyatun Wahyuni, dari Pancakarsa mengatakan pihaknya bakal menindaklanjuti laporan itu dan berkomunikasi dengan Kementrian Luar Negeri dan juga Kedubes RI di Malaysia.

Terpisah, Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja NTB H Mokhlis mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Kementrian Luar Negeri. Dipatsikan akan ada pembelaan hukum bagi Syafi’i di Malaysia.

Kontraktor Klaim Pembangunan Sesuai Spek

Tudingan Wakil Ketua DPRD Lombok Barat (Lobar), Lukman Mukhtar jika pembangunan Jembatan Arum Manis, di Desa Sandik, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat (Lobar) dikerjakan secara asal-asalan ditanggapi pihak kontraktor proyek. Direktur CV Utama, selaku kontraktor pelaksana, Eddy Sophian mengklaim jika pihaknya membangun jembatan yang memiliki panjang 40 meter dan lebar meter itu sudah sesuai spek dan isi RAB (rencana anggaran belanja) yang disepakati dengan dinas terkait.

Model konstruksi bagesting jembatan yang melengkung menurutnya, kadang oleh sebagian orang yang tidak mengerti tentang teknis pembangunan dianggap miring atau tidak proporsional. Sesuai desainnya, konstruksi jembatan ini memang tidak menggunakan tiang pancang melainkan jembatan beton konvensional. “Kami sangat menyayangkan kesimpulan anggota dewan yang menyebut jembatan ini dibangun asal-asalan dan bergelombang,” kata Eddy.

Pengusaha asal Mataram ini mengaku merugi cukup besar selama mengerjakan proyek bernilai Rp 900 juta lebih itu. Empat kali perancah dari jembatan hanyut diterjang arus banjir Sungai Meninting yang melintasinya sehingga total kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Material proyek lain seperti sejumlah puluhan kubik glondongan pohon kelapa dan balok-balok kayu juga ikut tersapu derasnya air sungai. Eddy membantah, jika keterlambatan proyek ini lantaran adanya aksi mogok yang dilakukan para pekerja selama dua minggu.

Molornya pengerjaan murni akibat derasnya arus banjir Sungai Meninting yang tidak dapat diprediksi kapan terjadinya ketika musim hujan. “Dokumentasi terjadinya banjir serta peralatan kami yang dihanyutkan juga sudah kami laporkan ke dinas terkait dan telah diterima baik,” tandasnya. Ditambahkan rekan Eddy, Agus Sucipto, pembangunan jembatan Arum Manis saat ini sudah mencapai 97,15 persen dan ditargetkan bisa rampung akhir bulan Maret. Justru saat ini, perusahaan baru mendapat pembayaran sebesar 65 persen dari nilai proyek dan sisanya menurut dinas akan diberikan setelah pembangunan jembatan tersebut rampung.

Tudingan dewan yang menilai pihaknya tidak serius mengerjakan proyek yang sebenarnya memiliki pagu Rp 1,2 miliar itu sangat disayangkan Agus. Perusahaannya sebagai kontraktor yang sudah terakreditasi dan juga bersertifikat tetap menjunjung moral dan jiwa membangun daerah untuk kepentingan masyarakat. Meski merugi cukup besar, Eddy mengaku tidak trauma bekerjasama dengan Pemkab Lobar melalui dinas terkait.

Justru dia berharap, koordinasi yang baik tetap terjalin dengan seluruh elemen di pemerintahan dan masyarakat luas. Sebelumnya diwartakan, pembangunan jembatan Arum Manis yang menghubungkan Desa Jatisela-Sandik dianggap Wakil Ketua DPRD Lobar Lukman Muhtar dikerjakan asal-asalan dilihat dari bagestingnya (tiang pancang untuk penyanggah beton cor-coran, Red) yang tidak proporsional.

Lukman yang melakukan sidak di lokasi proyek yang belum rampung itu mengatakan, karena bagesting yang diposisi tak sejajar membuat jembatan dalam kondisi bergelombang. Dikhawatirkan, karena konstruksi seperti ini akan menyebabkan kekuatan jembatan tidak bertahan lama. “Jembatan ini harusnya jangan dihajatkan untuk difungsikan sementara saja tapi selamanya,” kata Lukman.

DPRD LOTIM Anggarkan Bantuan Hibah KLS 5 M

Lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Timur setuju mengangarkan bantuan hibah bagi Kabupaten Lombok Selatan (KLS) sebesar Rp 5 Milyar selama tiga tahun beturut-turut, dengan tentunya setelah pembentukan KLS terbentuk nantinya. Sebagai bentuk komitmen DPRD Lotim melakukan sidang paripurna DPRD Lotim, pekan lalu, dengan genda persetujuan anggaran bantuan hibah untuk pembentukan KLS sebesar Rp 5 Milyar selama tiga tahun, kalau sudah KLS terbentuk sebagaimana apa yang diharapkan oleh komite pemekaran Lotim.

Rapat dihadiri oleh Wakil Bupati Lotim, H.M.Syamsul Lutfhi, pimpinan DPRD Lotim dan anggota DPRD Lotim serta para pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah Lotim yang ikut menyaksikan penandatangan MoU bantuanhibah tersebut, sebagai salah satu syarat untuk mempercepat pembentukan KLS tersebut. “Dari DPRD sudah menyetujui anggaran sebesar Rp 5 Milyar untuk KLS tersebut, dengan penggunaannya nantinya setelah terbentuknya KLS,“ tegas Wakil Ketua DPRD Lotim, H.Khairul Rizal yang didampingi Wakil Ketua dari PBR, Surdian kepada wartawan di kantor DPRD Lotim.

Ditegaskannya, lembaga legislative tentunya mendorong kepada komite pemekeran untuk terus bekerja dan berjuang agar pembentukan KLS cepat terwujud, karena merupakan aspirasi masyarakat bawah untuk memekarkan kabupaten Lotim menjadi KLS, dengan tentunya melengkapi berbagai persyaratan yang masih kurang. Karena dari pihaknya tidak ada niatan untuk menghalangi perjuangan komite pemekaran Lotim bersana masyarakat yang ada di wilayah selatan untuk mempercepat pembentukan KLS tersebut, sehingga tentunya meminta kepada komite pemekaran Lotim untuk segera melengkapi segala persyaratan yang masih kurang.

Mengingat persyaratan itu yang paling menentukan nantinya, kalau semua persyaratan yang ada sudah lengkap maka tentunya tidak akan menjadi masalah saat permasalah pemekaran Lotim sudah berada di pemerintah pusat, akan tetapi yang seringkali menjadi masalah kalau persyaratannya masih ada yang kurang. “Yang menentukan untuk pembentukan KLS ini ada di pemerintah pusat, bukan di daerah sehingga kami minta kepada komite pemekaran Lotim untuk terus berjuang di pemerintah pusat, sehingga apa yang menjadi aspirasi masyarakat cepat terwujud,” tambah H.Khairul Rizal.

Bupati Pegang Rapor Merah Kepala Dinas

Tuntutan masyarakat agar Bupati Loteng segera menyingkirkan bawahannya yang tidak cakap bekerja dari kabinet Loteng bersatu belum juga dilakukan, padahal hingga saat ini Bupati mengaku masih belum puas dengan kinerja kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atau kepala dinas. Menjawab tuntutan masyarakat, Bupati Lombok Tengah di kantornya kemarin mengatakan, sejauh ini dirinya belum berniat untuk menyingkirkan para pejabat yang tidaik becus berkerja, akan tetapi hal itu pasti akan dilakukannya.

“Kalau sekarang belum terpikirkan, namun pasti akan saya lakukan, kita tunggu saja nanti,” kata Bupati seusai menghadiri apel OMTB kemarin. Bupati mengaku sudah memegang raport masing masing kepala SKPD tersebut bahkan diantara para kepala SKPD itu, ada beberapa kepala Dinas yang sudah mendapatkan nilai merah pada rapornya, hanya saja bupati menolak menyebutkannya.

“Sudah saya pegang raport masing masing kepala SKPD, nilainya macam macam ada yang merah ada juga yang tidak” jelasnya. Untuk diketahui jumlah jabatan yang lowong cukup banyak, Jabatan kepala Sekolah saja 32 orang, sementara untuk jabatan struktural juga lumayan. Sampai saat ini sedikitnya 3 pejabat eselon III di sekretariat daerah yang lowong diantaranya, Kabag Hukum, Kabag Penanaman Modal dan BUMD dan Kabag Ortal Sendiri. Sedangkan asisten I L.M.Danial sebenarnya sudah menjadi Wadir STPDN Loteng hanya saja belum mengajukan berhenti menjadi asisten I.

Menpora Terkejut Hasil Verifikasi Calon Ketum PSSI

MENTERI Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, mengaku terkejut ketika mengetahui bahwa George Toisutta dan Arifin Panigoro tidak lolos dalam verifikasi untuk mengikuti bursa ketua umum baru PSSI.

George dan Arifin merupakan dua dari empat bakal calon ketua umum baru PSSI. Kandidat lain adalah Nirwan Bakrie dan incumbent Nudrin Halid. Pada Sabtu (19/2) lalu, Komite Pemilihan mengumumkan bahwa Nirwan dan Nurdin yang lolos verifikasi. Sementara itu George dan Arifin tidak.

Hal ini mendatangkan reaksi, salah satunya dari Menpora Andi Mallarangeng. “Terus terang saya terkejut dengan hasil tersebut, karena menurut saya semua persyaratan Pak George, misalnya, sudah memenuhi syarat,” tutur Andi.

Andi berpendapat agar PSSI memberikan penjelasan soal tidak lolosnya Arifin dan George. “Menurut saya ini harus dijelaskan (oleh tim PSSI). Yang jelas, jangan sampai keputusan mencoret Pak George dan Pak Arifin hanya karena pertimbangan kongres semata,” lanjut dia.
“Kalau saya, biarlah semua tokoh-tokoh ini bersaing secara sehat. Lalu, biarlah para pemegang hak suara memilih dengan hati nurani. Masyarakat menginginkan hal ini, biar juga ada pilihan alternatif,” sambung mantan juru bicara presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut.

Saat disinggung soal PSSI yang selalu bertameng pada statuta FIFA, Andi mengatakan hal itu wajar. Setiap organisasi memang punya aturan masing-masing. Namun, hal itu hendaknya tidak menjadi kontraproduktif dengan aspek-aspek lain.
“Ada prinsip-prinsip fair play. Itu yang kita harapkan. Di setiap pertandingan PSSI, selalu diusung bendera Fair Play ke tengah lapangan. Jadi tolong mereka juga tidak melupakan itu,” pungkas Menpora.

Sementara itu, George Toisutta memastikan akan mengajukan banding menyusul kegagalan dia lolos dari verifikasi calon ketua umum PSSI. Hal yang sama dilakukan Arifin Panigoro yang berjanji akan berjuang all out.

Merasa sudah melengkapi semua persyaratan yang diwajibkan, kubu George Toisutta memastikan kalau mereka akan mengajukan banding dan akan terus berupaya bisa ikut bertarung dalam kongres di Bali pada 26 Maret mendatang. Kondisi serupa akan ditempuh kubu Arifin Panigoro.

“Penolakan Komite Pemilihan PSSI terhadap calon ketua umum yang pro perubahan menunjukkan status quo lebih memilih defensif. Padahal di sepakbola pertahanan terbaik adalah menyerang,” sahut Arifin Panigoro.

Mekanisme banding yang disediakan dalam proses pencalonan ketua umum akan ditempuh oleh pengusaha yang menggagas Liga Primer Indonesia itu. Arifin juga menegaskan akan habis-habisan berjuang demi membantu melakukan perubahan di sepakbola Indonesia.
“Saya dan George Toisutta akan all out dari appeal ke komisi banding hingga pendekatan apapun. Ini untuk menunjukkan bahwa rakyat Indonesia menginginkan perubahan sepakbola.” tuntas Arifin.

Tahun Baru Imlek Hari Raya Penuh Warna

Berbeda dengan Penanggalan Hijriyah yang didasarkan pada perputaran bulan terhadap matahari, atau Penanggalan Masehi yang mengacu pada perputaran bumi terhadap matahari, Penanggalan Imlek dihitung berdasarkan perputaran bumi terhadap bulan, dengan titik awal adalah kelahiran Kong Hu Cu, yang dikenal banyak orang sebagai seorang filosof, dan menjadi nabi bagi para penganut ajarannya, pada 551 tahun sebelum Masehi. Berdasarkan perhitungan tahun tersebut maka dapat kita pahami bahwa China sebagai sebuah entitas budaya dan peradaban lebih tua terbentuknya dibanding dengan Islam ( Arab ) maupun Barat ( Kristen ). Karena itu wajar jika Rasulullah Muhammad SAW memerintahkan ummatnya untuk “ menuntut ilmu walau ke negeri China”, yang cukup jauh dari Jazirah Arab tempat hidup Rasulullah.

Pada tahun ini Penanggalan Imlek akan memasuki tahun ke 2562, dengan shio kelinci yang melambangkan umur panjang, perdamaian dan persahabatan. Berbagai ramalan berdasarkan shio itu mengedepankan harapan – harapan baik, seperti kesehatan, kelancaran usaha, kemudahan rejeki, dan kehidupan kemasyarakatan yang lebih baik. Di tengah berbagai persoalan yang dihadapi seperti global warming yang ditunjukkan dengan terjadinya anomali cuaca, Tingginya inflasi karena meroketnya harga cabai, gagal panen, menghangatnya suhu politik, carut marutnya hukum dan keadilan, dan berbagai persoalan lainnya maka ramalan – ramalan tersebut bisa menjadi penghibur. Karena baik bagi yang percaya maupun tidak, ramalan baik menjadi berita yang menyenangkan.

Terlepas dari ramalan – ramalan di atas, yang pasti bagi warga keturunan Tionghoa di mana pun berada hari – hari ini adalah saat yang menyibukkan sekaligus membahagiakan. Membersihkan rumah, membersihkan tempat ibadah, mengatur lampion, menyiapkan amplop merah untuk berbagi angpao, membuat dodol keranjang, kue ku, dan berbagai kesibukan lainnya untuk menyambut Tahun Baru Imlek sebagai hari raya yang akan segera tiba. Begitu juga masyarakat keturunan Tionghoa di Mataram. Dalam bincang – bincang dengan wartawan Koran Kampung beberapa hari lalu, S.Wijanarko, salah satu tokoh masyarakat keturunan Tionghoa di Mataram mengutarakan hal itu, juga rangkaian kegiatan yang dilaksanakan, dan juga pernak – pernik yang menyertainya.

Sebagai hari raya keagamaan Tahun Baru Imlek adalah momentum untuk memanjatkan syukur kepada Tuhan atas berbagai anugerah yang telah diterima, dan juga saat yang tepat untuk menunjukkan bakti kepada orang tua. Sementara bagi para orang tua menjadi waktu yang penting pula untuk menunjukkan kasih sayang pada anak – anaknya. Pemberian Angpao adalah simbolisasi dari hal – hal di atas. Begitu pula dalam konteks hidup bermasyarakat, hari raya / Tahun Baru Imlek menjadi momentum untuk peningkatan hubungan silaturrahmi dan pemupukan solidaritas. Sehubungan dengan hal tersebut salah satu kegiatan yang telah dilaksanakan bersama – sama antara lain adalah pemberian santunan kepada para nelayan yang tinggal di beberapa garis pantai Ampenan, yang kebetulan beberapa hari tidak bisa melaut sehingga tidak mendapatkan penghasilan karena cuaca yang tidak bersahabat. Menurut Wijanarko selain karena kesadaran dan kepedulian terhadap sesama, memberikan santunan pada saat Hari Raya Imlek juga merupakan kebiasaan di tanah leluhurnya, karena pada sebagian besar daratan China Tahun Baru Imlek juga identik dengan pergantian dari musim dingin memasuki musim semi, di mana terkadang musim dingin yang dilewati sangat buruk dan menghabiskan banyak sekali persediaan pangan, sehingga memasuki Tahun Baru Imlek justru banyak warga miskin yang semakin kekurangan. Oleh karena itu menjadi kewajiban bagi warga yang mampu untuk mengulurkan bantuannya.

Kebahagiaan lain yang lebih mendasar adalah perubahan kebijakan pemerintah sejak tahun 2000 yang telah menghapus perlakuan diskriminatif bagi para warga keturunan Tionghoa, dengan memberikan hak – haknya untuk tidak lagi menyembunyikan identitas dan jati diri baik pribadi maupun kutural. Sehingga sejak saat itu perayaan Tahun Baru Imlek dapat dilaksanakan dengan lebih terbuka, terlebih setelah Hari Raya Imlek juga ditetapkan menjadi hari libur nasional. Bahkan bisa pula diadakan upacara / resepsi perayaannya dengan dihadiri oleh para pejabat pemerintah serta tokoh agama dan masyarakat lainnya. Untuk perayaan tahun ini resepsi tersebut menurut rencana akan dilaksanakan pada tanggal 12 Pebruari 2011 yang akan datang dan Wijanarko berharap Gubernur dapat menghadirinya.

Sebagai penutup rangkaian perayaan Tahuh Baru Imlek adalah pesta Cap Go Meh yang dilaksanakan pada hari kelima belas saat bulan purnama tiba. Untuk keluarga, handai taulan dan sahabat yang datang akan disuguhkan lontong cap go meh, mie panjang umur, telur merah, kue ku, gula – gula, tebu, wajik, juga buah apel, manggis dan jeruk. Pada beberapa daerah atau kota yang warga keturunan Tionghoanya cukup banyak pesta cap go meh biasa menjadi keramaian warga yang sangat meriah. Di Makasar atau Singkawang misalnya, diadakan festival Cap Go Meh yang melibatkan semua komponen masyarakat.

Pada hari itu juga akan dipanjatkan doa untuk sesama, untuk bangsa dan negara agar dilimpahi kemakmuran, kesejahteraan, persatuan dan dijauhkan dari segala bencana, mara bahaya, juga konflik dan huru – hara.

Harapan yang tentu juga menjadi doa bagi kita semua. Ketika iklim dan cuaca cenderung tidak bersahabat, bencana alam melanda berbagai daerah, konflik politik memanaskan kehidupan bernegara, hukum dan keadilan carut marut menyesakkan jiwa, kita akan masuki Tahun Imlek 2562, tahun bershio kelinci yang menjanjikan panjang umur, persahabatan dan perdamaian. Semoga semua harapan kebaikan itu nyata adanya.

GONG XI FAT CAI, Semoga lebih maju.