DPRD LOTIM Anggarkan Bantuan Hibah KLS 5 M

Lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Timur setuju mengangarkan bantuan hibah bagi Kabupaten Lombok Selatan (KLS) sebesar Rp 5 Milyar selama tiga tahun beturut-turut, dengan tentunya setelah pembentukan KLS terbentuk nantinya. Sebagai bentuk komitmen DPRD Lotim melakukan sidang paripurna DPRD Lotim, pekan lalu, dengan genda persetujuan anggaran bantuan hibah untuk pembentukan KLS sebesar Rp 5 Milyar selama tiga tahun, kalau sudah KLS terbentuk sebagaimana apa yang diharapkan oleh komite pemekaran Lotim.

Rapat dihadiri oleh Wakil Bupati Lotim, H.M.Syamsul Lutfhi, pimpinan DPRD Lotim dan anggota DPRD Lotim serta para pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah Lotim yang ikut menyaksikan penandatangan MoU bantuanhibah tersebut, sebagai salah satu syarat untuk mempercepat pembentukan KLS tersebut. “Dari DPRD sudah menyetujui anggaran sebesar Rp 5 Milyar untuk KLS tersebut, dengan penggunaannya nantinya setelah terbentuknya KLS,“ tegas Wakil Ketua DPRD Lotim, H.Khairul Rizal yang didampingi Wakil Ketua dari PBR, Surdian kepada wartawan di kantor DPRD Lotim.

Ditegaskannya, lembaga legislative tentunya mendorong kepada komite pemekeran untuk terus bekerja dan berjuang agar pembentukan KLS cepat terwujud, karena merupakan aspirasi masyarakat bawah untuk memekarkan kabupaten Lotim menjadi KLS, dengan tentunya melengkapi berbagai persyaratan yang masih kurang. Karena dari pihaknya tidak ada niatan untuk menghalangi perjuangan komite pemekaran Lotim bersana masyarakat yang ada di wilayah selatan untuk mempercepat pembentukan KLS tersebut, sehingga tentunya meminta kepada komite pemekaran Lotim untuk segera melengkapi segala persyaratan yang masih kurang.

Mengingat persyaratan itu yang paling menentukan nantinya, kalau semua persyaratan yang ada sudah lengkap maka tentunya tidak akan menjadi masalah saat permasalah pemekaran Lotim sudah berada di pemerintah pusat, akan tetapi yang seringkali menjadi masalah kalau persyaratannya masih ada yang kurang. “Yang menentukan untuk pembentukan KLS ini ada di pemerintah pusat, bukan di daerah sehingga kami minta kepada komite pemekaran Lotim untuk terus berjuang di pemerintah pusat, sehingga apa yang menjadi aspirasi masyarakat cepat terwujud,” tambah H.Khairul Rizal.

Bupati Pegang Rapor Merah Kepala Dinas

Tuntutan masyarakat agar Bupati Loteng segera menyingkirkan bawahannya yang tidak cakap bekerja dari kabinet Loteng bersatu belum juga dilakukan, padahal hingga saat ini Bupati mengaku masih belum puas dengan kinerja kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atau kepala dinas. Menjawab tuntutan masyarakat, Bupati Lombok Tengah di kantornya kemarin mengatakan, sejauh ini dirinya belum berniat untuk menyingkirkan para pejabat yang tidaik becus berkerja, akan tetapi hal itu pasti akan dilakukannya.

“Kalau sekarang belum terpikirkan, namun pasti akan saya lakukan, kita tunggu saja nanti,” kata Bupati seusai menghadiri apel OMTB kemarin. Bupati mengaku sudah memegang raport masing masing kepala SKPD tersebut bahkan diantara para kepala SKPD itu, ada beberapa kepala Dinas yang sudah mendapatkan nilai merah pada rapornya, hanya saja bupati menolak menyebutkannya.

“Sudah saya pegang raport masing masing kepala SKPD, nilainya macam macam ada yang merah ada juga yang tidak” jelasnya. Untuk diketahui jumlah jabatan yang lowong cukup banyak, Jabatan kepala Sekolah saja 32 orang, sementara untuk jabatan struktural juga lumayan. Sampai saat ini sedikitnya 3 pejabat eselon III di sekretariat daerah yang lowong diantaranya, Kabag Hukum, Kabag Penanaman Modal dan BUMD dan Kabag Ortal Sendiri. Sedangkan asisten I L.M.Danial sebenarnya sudah menjadi Wadir STPDN Loteng hanya saja belum mengajukan berhenti menjadi asisten I.

Menpora Terkejut Hasil Verifikasi Calon Ketum PSSI

MENTERI Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, mengaku terkejut ketika mengetahui bahwa George Toisutta dan Arifin Panigoro tidak lolos dalam verifikasi untuk mengikuti bursa ketua umum baru PSSI.

George dan Arifin merupakan dua dari empat bakal calon ketua umum baru PSSI. Kandidat lain adalah Nirwan Bakrie dan incumbent Nudrin Halid. Pada Sabtu (19/2) lalu, Komite Pemilihan mengumumkan bahwa Nirwan dan Nurdin yang lolos verifikasi. Sementara itu George dan Arifin tidak.

Hal ini mendatangkan reaksi, salah satunya dari Menpora Andi Mallarangeng. “Terus terang saya terkejut dengan hasil tersebut, karena menurut saya semua persyaratan Pak George, misalnya, sudah memenuhi syarat,” tutur Andi.

Andi berpendapat agar PSSI memberikan penjelasan soal tidak lolosnya Arifin dan George. “Menurut saya ini harus dijelaskan (oleh tim PSSI). Yang jelas, jangan sampai keputusan mencoret Pak George dan Pak Arifin hanya karena pertimbangan kongres semata,” lanjut dia.
“Kalau saya, biarlah semua tokoh-tokoh ini bersaing secara sehat. Lalu, biarlah para pemegang hak suara memilih dengan hati nurani. Masyarakat menginginkan hal ini, biar juga ada pilihan alternatif,” sambung mantan juru bicara presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut.

Saat disinggung soal PSSI yang selalu bertameng pada statuta FIFA, Andi mengatakan hal itu wajar. Setiap organisasi memang punya aturan masing-masing. Namun, hal itu hendaknya tidak menjadi kontraproduktif dengan aspek-aspek lain.
“Ada prinsip-prinsip fair play. Itu yang kita harapkan. Di setiap pertandingan PSSI, selalu diusung bendera Fair Play ke tengah lapangan. Jadi tolong mereka juga tidak melupakan itu,” pungkas Menpora.

Sementara itu, George Toisutta memastikan akan mengajukan banding menyusul kegagalan dia lolos dari verifikasi calon ketua umum PSSI. Hal yang sama dilakukan Arifin Panigoro yang berjanji akan berjuang all out.

Merasa sudah melengkapi semua persyaratan yang diwajibkan, kubu George Toisutta memastikan kalau mereka akan mengajukan banding dan akan terus berupaya bisa ikut bertarung dalam kongres di Bali pada 26 Maret mendatang. Kondisi serupa akan ditempuh kubu Arifin Panigoro.

“Penolakan Komite Pemilihan PSSI terhadap calon ketua umum yang pro perubahan menunjukkan status quo lebih memilih defensif. Padahal di sepakbola pertahanan terbaik adalah menyerang,” sahut Arifin Panigoro.

Mekanisme banding yang disediakan dalam proses pencalonan ketua umum akan ditempuh oleh pengusaha yang menggagas Liga Primer Indonesia itu. Arifin juga menegaskan akan habis-habisan berjuang demi membantu melakukan perubahan di sepakbola Indonesia.
“Saya dan George Toisutta akan all out dari appeal ke komisi banding hingga pendekatan apapun. Ini untuk menunjukkan bahwa rakyat Indonesia menginginkan perubahan sepakbola.” tuntas Arifin.

Tahun Baru Imlek Hari Raya Penuh Warna

Berbeda dengan Penanggalan Hijriyah yang didasarkan pada perputaran bulan terhadap matahari, atau Penanggalan Masehi yang mengacu pada perputaran bumi terhadap matahari, Penanggalan Imlek dihitung berdasarkan perputaran bumi terhadap bulan, dengan titik awal adalah kelahiran Kong Hu Cu, yang dikenal banyak orang sebagai seorang filosof, dan menjadi nabi bagi para penganut ajarannya, pada 551 tahun sebelum Masehi. Berdasarkan perhitungan tahun tersebut maka dapat kita pahami bahwa China sebagai sebuah entitas budaya dan peradaban lebih tua terbentuknya dibanding dengan Islam ( Arab ) maupun Barat ( Kristen ). Karena itu wajar jika Rasulullah Muhammad SAW memerintahkan ummatnya untuk “ menuntut ilmu walau ke negeri China”, yang cukup jauh dari Jazirah Arab tempat hidup Rasulullah.

Pada tahun ini Penanggalan Imlek akan memasuki tahun ke 2562, dengan shio kelinci yang melambangkan umur panjang, perdamaian dan persahabatan. Berbagai ramalan berdasarkan shio itu mengedepankan harapan – harapan baik, seperti kesehatan, kelancaran usaha, kemudahan rejeki, dan kehidupan kemasyarakatan yang lebih baik. Di tengah berbagai persoalan yang dihadapi seperti global warming yang ditunjukkan dengan terjadinya anomali cuaca, Tingginya inflasi karena meroketnya harga cabai, gagal panen, menghangatnya suhu politik, carut marutnya hukum dan keadilan, dan berbagai persoalan lainnya maka ramalan – ramalan tersebut bisa menjadi penghibur. Karena baik bagi yang percaya maupun tidak, ramalan baik menjadi berita yang menyenangkan.

Terlepas dari ramalan – ramalan di atas, yang pasti bagi warga keturunan Tionghoa di mana pun berada hari – hari ini adalah saat yang menyibukkan sekaligus membahagiakan. Membersihkan rumah, membersihkan tempat ibadah, mengatur lampion, menyiapkan amplop merah untuk berbagi angpao, membuat dodol keranjang, kue ku, dan berbagai kesibukan lainnya untuk menyambut Tahun Baru Imlek sebagai hari raya yang akan segera tiba. Begitu juga masyarakat keturunan Tionghoa di Mataram. Dalam bincang – bincang dengan wartawan Koran Kampung beberapa hari lalu, S.Wijanarko, salah satu tokoh masyarakat keturunan Tionghoa di Mataram mengutarakan hal itu, juga rangkaian kegiatan yang dilaksanakan, dan juga pernak – pernik yang menyertainya.

Sebagai hari raya keagamaan Tahun Baru Imlek adalah momentum untuk memanjatkan syukur kepada Tuhan atas berbagai anugerah yang telah diterima, dan juga saat yang tepat untuk menunjukkan bakti kepada orang tua. Sementara bagi para orang tua menjadi waktu yang penting pula untuk menunjukkan kasih sayang pada anak – anaknya. Pemberian Angpao adalah simbolisasi dari hal – hal di atas. Begitu pula dalam konteks hidup bermasyarakat, hari raya / Tahun Baru Imlek menjadi momentum untuk peningkatan hubungan silaturrahmi dan pemupukan solidaritas. Sehubungan dengan hal tersebut salah satu kegiatan yang telah dilaksanakan bersama – sama antara lain adalah pemberian santunan kepada para nelayan yang tinggal di beberapa garis pantai Ampenan, yang kebetulan beberapa hari tidak bisa melaut sehingga tidak mendapatkan penghasilan karena cuaca yang tidak bersahabat. Menurut Wijanarko selain karena kesadaran dan kepedulian terhadap sesama, memberikan santunan pada saat Hari Raya Imlek juga merupakan kebiasaan di tanah leluhurnya, karena pada sebagian besar daratan China Tahun Baru Imlek juga identik dengan pergantian dari musim dingin memasuki musim semi, di mana terkadang musim dingin yang dilewati sangat buruk dan menghabiskan banyak sekali persediaan pangan, sehingga memasuki Tahun Baru Imlek justru banyak warga miskin yang semakin kekurangan. Oleh karena itu menjadi kewajiban bagi warga yang mampu untuk mengulurkan bantuannya.

Kebahagiaan lain yang lebih mendasar adalah perubahan kebijakan pemerintah sejak tahun 2000 yang telah menghapus perlakuan diskriminatif bagi para warga keturunan Tionghoa, dengan memberikan hak – haknya untuk tidak lagi menyembunyikan identitas dan jati diri baik pribadi maupun kutural. Sehingga sejak saat itu perayaan Tahun Baru Imlek dapat dilaksanakan dengan lebih terbuka, terlebih setelah Hari Raya Imlek juga ditetapkan menjadi hari libur nasional. Bahkan bisa pula diadakan upacara / resepsi perayaannya dengan dihadiri oleh para pejabat pemerintah serta tokoh agama dan masyarakat lainnya. Untuk perayaan tahun ini resepsi tersebut menurut rencana akan dilaksanakan pada tanggal 12 Pebruari 2011 yang akan datang dan Wijanarko berharap Gubernur dapat menghadirinya.

Sebagai penutup rangkaian perayaan Tahuh Baru Imlek adalah pesta Cap Go Meh yang dilaksanakan pada hari kelima belas saat bulan purnama tiba. Untuk keluarga, handai taulan dan sahabat yang datang akan disuguhkan lontong cap go meh, mie panjang umur, telur merah, kue ku, gula – gula, tebu, wajik, juga buah apel, manggis dan jeruk. Pada beberapa daerah atau kota yang warga keturunan Tionghoanya cukup banyak pesta cap go meh biasa menjadi keramaian warga yang sangat meriah. Di Makasar atau Singkawang misalnya, diadakan festival Cap Go Meh yang melibatkan semua komponen masyarakat.

Pada hari itu juga akan dipanjatkan doa untuk sesama, untuk bangsa dan negara agar dilimpahi kemakmuran, kesejahteraan, persatuan dan dijauhkan dari segala bencana, mara bahaya, juga konflik dan huru – hara.

Harapan yang tentu juga menjadi doa bagi kita semua. Ketika iklim dan cuaca cenderung tidak bersahabat, bencana alam melanda berbagai daerah, konflik politik memanaskan kehidupan bernegara, hukum dan keadilan carut marut menyesakkan jiwa, kita akan masuki Tahun Imlek 2562, tahun bershio kelinci yang menjanjikan panjang umur, persahabatan dan perdamaian. Semoga semua harapan kebaikan itu nyata adanya.

GONG XI FAT CAI, Semoga lebih maju.

Buser Tembak Pelaku Kriminal

Pelaku terlebih dahulu dilumpuhkan timah panas petugas di kakinya, kerena pelaku berusaha melarikan diri saat akan ditangkap, sedangkan pelaku kini mendekam di sel tahanan Polres Lotim untuk proses hukum lebih lanjut. Kapolres Lotim melalui Kasat Reskrim, AKP Yuyan Priatmaja, S,ik saat dikonfirmasi wartawan, membenarkan pihaknya menangkap pelaku pencurian hewan di wilayah Obel-obel, Sambelia, dengan pelakunya Murdi yang merupakan hasil pengembangan penyidikan terhadap kawannya yang tertangkap tangan lebih dahulu di Bayan. Saat membawa barang bukti sapi hasil aksinya menggunakan mobil truk di wilayah Obel-obel kecamatan Sambelia Lombok Timur, rekan pelaku nyaris di bakar massa. “Petugas terpaksa melepaskan tembakan kaerah kaki pelaku, karena berusaha kabur saat akan ditangkap petugas,” tegas Yuyan Priatmaja.

Yuyan menambahkan, saat ini masih mengembangkan kasusnya ke arah mantan oknum anggota Polisi yang telah dipecat dari kasatuannya yang identitasnya sudah diketahui, sehingga masih dalam pengejaran petugas, karena statusnya masih buron. Begitu juga menurut pengakuan pelaku, mantan oknum anggota Polisi tersebut, menggunakan senpi dalam menjalankan aksinya, sehingga inilah yang masih dilakukan pengembangan penyelidikan darimana asal senpi yang digunakan untuk menjalankan aksinya. “Dalam kasus ini pelaku diancam pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,” tambah Yuyan.

Hadapi UN, Siswa SMPN 13 Mataram Gelar Doa Bersama

Ratusan siswa kelas IX SMP Negeri 13 Mataram menggelar istighosah dalam rangka mempersiapkan diri untuk menghadapi Ujian Nasional (UN) yang akan dilaksanakan tanggal 23-26 April 2012. Doa bersama ratusan siswa SMP Negeri 13 Mataram pada Sabtu pagi (24/03) dipimpin langsung TGH. Zuaini Adnan dari Pesongoran, Pagutan Kota Mataram Ratusan siswa kelas IX SMP Negeri 13 Mataram tampak khusu’ untuk mempersiapkan diri menghadapi UN dengan persiapan spiritual.

Istighosah diawali dengan membaca Alquran, zikir, ceramah member motivasi kepada siswa untuk tekun belajar serta tetap dibarengi dengan berdoa memohon pertolongan Allah SWT dan selanjutnya diakhiri dengandoa bersama dengan seluruh guru dan siswa yang ada di SMP Negeri 13 Mataram.

Kepala SMP Negeri 13 Mataram, Dodik Satriyo Wibowo mengatakan, pelaksanaan istighosah bagi siswa bertujuan untuk mempersiapkan mental siswa dalam menghadapi UN terutama dari sisi spiritual, sehingga siswa semakin fokus untuk belajar dan mendapatkan kuantitas dan kualitas lulusan yang lebih baik dari tahun sebelumnya pada Ujian NAsional (UN) tahun 2012 mendatang yang dilaksanakan dari tanggal 23-26 April 2012.

“Melalui istighosah ini kita memohon dan berdoa kepada Allah SWT agar siswa diberikan kemudahan dalam menghadapi UN dan tentunya semakin belajar sebelum UN digelar,” kata Dodik di Mataram, Sabtu (24/03). Jumlah siswa SMP Negeri 13 Mataram yang tercatat sebagai peserta definitip Ujian Nasional (UN) tahun 2012 sebanyak 371 siswa. Dodik optimis seluruh siswanya akan sukses mengikuti UN dengan meraih kelulusan 100 persen seperti halnya hasil UN tahun 2011 lalu dengan memperoleh nilai rata-rata siswa 3,8 untuk semua bidang mata pelajaran yang diujikan pada UN.

Pasalnya, berbagai persiapan sudah dilakukan pihak sekolah dalam rangka menyiapkan siswa menghadapi Ujian Sekolah (US) yang akan dilaksanakan mulai dari tanggal 26-31 Maret 2012 dan termasuk juga UN. Bahkan SMP Negeri 13 Mataram dalam mempersipakan siswa kelas IX menghadapi US dan US telah melaksanakan try out ‘uji coba’ sebanyak enam kali baik itu dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Mataram, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan try out secara mandiri oleh SMP Negeri 13 Mataram.

“Kita berharap hasil UN tahun ini bisa lebih baik dari tahun lalu, atau minimal sama prosentasenya dengan tahun 2011 lalu” harapnya.