Magis Piala FA Masih Ada

BILA menilik hasil dalam beberapa musim terakhir, Piala FA disebut telah kehilangan daya magisnya. Namun Everton membuktikan bahwa “keajaiban” Piala FA masih belum sirna.
Dalam lima musim terakhir misalnya, hanya sekali Piala FA jatuh ke tangan tim yang bukan termasuk tim raksasa. Itu terjadi di musim 2007/2008 saat Portsmouth menjadi juara. Lawan The Pompey ketika itu pun juga bukan tim besar yaitu Cardiff City.

Ada pun di empat musim lainnya, gelar menjadi milik Liverpool (2005/2006) dan sisanya menjadi milik Chelsea. “Saya terus membaca berita bahwa Piala FA telah kehilangan daya magisnya. Namun itu adalah sebuah anggapan sampah terbesar yang pernah ada,” seru bek Everton Philip Neville di situs resmi klub, setelah pertandingan antara The Tofees kontra Chelsea di replay babak keempat Piala FA.

Everton sendiri berhasil menyingkirkan Chelsea yang berstatus juara bertahan lewat adu penalti. Dalam laga ini, kematangan anak buah David Moyes menunjukkan bukti. Sempat ketinggalan 0-1 lewat gol Frank Lampard, Leighton Baines berhasil menyamakan skor dan memaksakan adu penalti.

Di babak tos-tosan, tim Merseyside Biru juga sempat dalam posisi tertinggal dari tim London Barat, namun akhirnya bisa membalikkan keadaan dan menang. “Anda tidak bisa menciptakan keajaiban seperti ini di kompetisi piala yang lain,” seru Neville.

Mantan pemain Manchester United itu menjadi penentu kemenangan Everton. Eksekusinya memastikan langkah tim pemegang lima gelar Piala FA itu ke babak berikutnya. “Saya percaya diri dengan penalti itu karena saya sudah berlatih setiap pekan. Kami mengerjakan pekerjaan rumah kami di Everton dan saya sangat percaya diri. Penendang penalti kelima mungkin adalah penalti paling glamor,” ujar Neville.

MU Melaju di Piala FA

KLUB kuat Manchester United melaju ke perempatfinal Piala FA usai menang tipis 1-0 atas Crawley Town. Gol tunggal yang mengantarkan MU tersebut dikemas oleh Wes Brown.
MU menghadapi Crawley Town di Old Trafford, dalam laga babak kelima Piala FA. Sir Alex Ferguson mencadangkan nama-nama yang biasanya menjadi pemain reguler seperti Wayne Rooney dan Darren Fletcher.

Untuk duet penyerang, The Red Devils mengandalkan Javier Hernandez dan Bebe sebagai starter. Meski menang 1-0, namun sempat membuat Sir Alex Ferguson kerepotan.
Sebuah gol yang dibuat Wes Brown menjadi pembeda antara Manchester United dan Crawley Town. Setan Merah tak mendapat itu dengan mudah. Walau di babak awal mendominasi dan punya banyak peluang, Crawley tampil bagus di paruh kedua dan beberapa kali membuat pendukung tuan rumah was-was dibuatnya.

Soal perlawanan sengit yang diberikan klub Divisi Conference itu, Sir Alex Ferguson mengakuinya. Dia malah menilai kalau skuad besutan Steve Evans berhak dapat hasil imbang dalam pertandingan tersebut.

“Tak penting dengan skor yang dibuat, ini adalah harinya mereka, itu tak perlu ditanyakan lagi. Mereka layak bermain imbang, sungguh, di babak kedua, dengan upaya yang mereka lakukan, juga komitmennya,” sahut Fergie.

Jika diurut dari Premier League, maka Divisi Conference ada di tangga kelima kasta sepakbola Inggris. Meski terpaut jarak sangat jauh, dibanding The Red Devils yang kini memuncaki klasemen, Crawley mampu membuat ‘Setan Merah’ kesulitan di kandang sendiri.

“Mereka membuat kami kesulitan dan kami berada di posisi dua untuk mendapatkan bola. Itu mengecewakan. Tapi kami punya pemain yang tak paham bagaimana kondisi di Piala FA. Mungkin buat mereka itu adalah pelajaran terbesar. Kadang Anda tersendat di kejuaraan ini dan Anda harus berjuang untuk bisa lolos. Kami pernah merasakannya di masa lalu,” kata Sir Alex.

Insiden Lambu Dikecam

AKSI unjuk rasa Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Penolak Eksploitasi Tambang (AMMPET) yang berakhir dengan bentrokan melawan aparat, di Kantor Camat Lambu, Kabupaten Bima, 10 Februari lalu, dikecam banyak pihak. Sebabnya, beberapa warga terkena tembakan aparat dan lainnya ditahan, gara-gara menolak kebijakan Bupati Bima Ferry Zulkarnaen yang mengijinkan usaha pertambangan di daerah mereka.

Di Lombok, para aktivis menggelar demonstrasi mengecam aksi penembakan warga yang dilakukan aparat kepolisian Bima. Di Lombok Timur, aksi solidaritas untuk warga Lambu itu dilakukan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Metro Cabang Lombok Timur, Kamis (17/2) lalu. Aksi yang dilakukan di depan Mapolres Lotim itu, mendesak Kapolda NTB untuk mencopot Kapolres Bima.

Kepemimpinan Kapolres Kota Bima dinilai tidak berjiwa besar. Gagalnya kepolisian memberi rasa aman saat unjuk rasa berlangsung, disebut sebagai bentuk kegagalan Kapolres. Koordinator aksi, M. Idrus, juga menuntut agar SK nomor 188 tentang eksploitasi lahan di Kecamatan Lambu, dicabut oleh pihak berwenang. SK eksploitasi lahan tersebut dinilai akan merugikan masyarakat di kemudian hari.

Pada hari yang sama, aksi mengecam insiden Lambu yang berujung pada permintaan agar Kapolda NTB mencopot Kapolres Kota Bima dan Kapolsek Lambu, dilakukan Aliansi Solidaritas Masyarakat Lambu (KAMIL), di depan Polda NTB. Selain mengecam tindakan aparat, mereka juga meminta agar warga yang ditahan pihak kepolisian dilepaskan kembali.

Berusaha Redam Curanmor

KRIMINALITAS paling menonjol di wilayah hukum Polsek Mataram, adalah pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Kapolsek Mataram yang baru, Kompol Andie Dadi SiK, tidak mengelak dengan kenyataan tersebut. Untuk itu, fokus dirinya begitu menjabat Kapolsek Mataram, langsung pada upaya meredam angka curanmor. Continue reading

Sosialisasi Narkoba Untuk Pelajar

POLRES Mataram tampaknya tidak ingin kecolongan lagi soal penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) yang melibatkan pelajar di wilayah hukumnya. Di Madrasah Aliyah Negeri 2 Mataram, Satuan Narkoba Polres Mataram langsung melakukan bimbingan dan penyuluhan tentang bahaya pemakaian narkoba.

Program sosialisasi untuk para siswa itu, disambut baik pihak sekolah. Bahkan sepanjang sosialisasi berlangsung, para siswa terlihat antusias mendengarkan ceramah yang diberikan Kanit Binluh Satuan Narkoba Polres Mataram, Iptu Safieyono. Saat tanya jawab pun, para siswa tersebut begitu antusias bertanya tentang segala hal menyangkut barang terlarang itu.

Dalam kesempatan itu, Safieyono menjelaskan soal trend peredaran narkoba belakangan ini yang mulai menyasar anak-anak baru gede. Termasuk soal tempat-tempat beredarnya narkoba, seperti kos-kosan dan tempat-tempat nongkrong anak muda.

Soal hukuman bagi mereka yang terlibat penyalahgunaan narkoba juga dipaparkan dalam sosialisasi tersebut. Munculnya undang-undang baru, yakni UU Nomor 35 tahun 2009, diharapkan memberikan efek jera bagi mereka yang berani menyentuh barang terlarang itu. Sebab undang-undang baru itu memberikan hukuman berat, minimal penjara empat tahun bagi pelakunya.

Oleh karena itu, Safieyono menekankan kepada para siswa agar menjauhi narkoba. Sebab, selain bisa menjerumuskan dalam hal ketagihan, narkoba itu juga merusak masa depan. ‘’Fokuskan diri untuk belajar. Jangan pernah tergoda dan dirayu untuk memakai narkoba,’’ imbuhnya.

Elpiji Kembali Langka

“Elpiji susah dicari, minyak tanah juga begitu. Saya suruh saja istri pakai kayu bakar untuk masak,” ujar Suhaili, salah satu warga Kuripan Lobar. Suhaili mengakui, kelangkaan elpiji terjadi lebih dari sepekan. “Sepertinya karena mau naik harga BBM kemarin jadi langka elpiji,” imbuh pegawai negeri sipil ini. Kepala Dinas Perindag Lobar Joko Wiratno saat dikofirmasi wartawan, kemarin membenarkan pernah terjadi kelangkaan elpiji terutama saat cuaca buruk beberapa waktu lalu. Namun saat ini, Joko memastikan pasokan elpiji sudah kembali normal.

“Dulu memang langka karena ada gangguan cuaca. Tapi sekarang sudah normal. Kelangkaan murni karena cuaca bukan karena rencana kenaikan BBM,” kata Joko. Dikatakannya, pengangkutan elpiji memang tidak bisa sembarangan dilakukan. Apalagi saat cuaca buruk. “Elpiji juga harus diangkut malam hari karena tidak bisa terkena kondisi yang panas,” ujarnya.

Hanya dari sisi pasokan elpiji, Joko mengakui, hingga saat ini memang belum mencukupi kebutuhan masyarakat. Idealnya per hari dibutuhkan 68 ribu tabung elpiji ukuran 3 kilogram. Saat ini baru terpenuhi 48 tabung yang dipasok dari SPBE Dasan Cermen sebanyak 28 ribu tabung dan 20 ribu tabung dari SPBE Lembar. “Masih ada kekurangan 20 ribu tabung per hari,” imbuh Joko.

Ditambahkan Joko, pasokan elpiji baru aman terpenuhi jika terdapat empat SPBE. Saat ini dua SPBE masing-masing berada di wilayah Lombok Timur dan Lombok Tengah tengah dirampungkan pembangunannya. Dengan total empat SPBU, diyakini Joko, kebutuhan elpiji tetap terpasok dalam jumlah mencukupi. Sebagai antisipasi, Disperindag Lobar tetap menggelar operasi pasar minyak tanah hingga kondisi kembali normal.

Kekurangan elpiji pun tetap tertutupi dengan datangnya pasokan tambahan dari Bali yang rutin diangkut setiap hari. Terpisah, General Manager PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cabang Lembar Risun Riswanto memberi solusi agar para pemilik SPBE memanfaatkan fasilitas landing bagi kapal pengangkut tangki elpiji yang tersedia 24 jam di pelabuhan barang Lembar. “”Kita sudah siapkan fasilitas 24 jam, landing kapal sama sekali tidak terganggu,” ujar Risun.

Kendati terjadi cuaca buruk, Risun menjamin pengiriman elpiji tidak akan terganggu. Hanya saja diakuinya, hingga saat ini belum ada kordinasi antara pihak Pelindo III dengan pemilik SPBE di pulau Lombok. Jika terjadi koordinasi ia menjamin pengangkutan elpiji akan tetap lancar dan kapal pengangkut elpiji tidak perlu “istirahat” terlalu lama di pelabuhan seperti saat ini.

“Karena belum dimanfaatkan maksimal pelabuhan yang ada, kapal pengangkut elpiji terpaksa 2-3 bulan nongkrong di pelabuhan tidak berlayar,” katanya. Ditegaskan Risun, pihaknya siap mendistribusikan semua barang kebutuhan nasional termasuk pupuk, elpiji dan semen. “Kami menjamin operasional 1 x 24 jam tanpa hambatan. Pelindo juga sudah siapkan fasilitas sandar kapal tangki,” pungkasnya.