Musrenbang Provinsi NTB 2015: Mempercepat Gelombang ke Empat

Di banyak bahan bacaan menyangkut pembangunan ekonomi, seringkali ditemukan teori mengenai gelombang peradaban ekonomi. Kata para ahli, gelombang pertama adalah gelombang ekonomi pertanian. Kedua, gelombang ekonomi industri. Ketiga adalah gelombang ekonomi informasi. Kemudian diprediksikan gelombang keempat yang merupakan gelombang ekonomi kreatif dengan berorientasi pada ide dan gagasan kreatif.

“Tahun ini penekanannya pada perluasan pembangunan ekonomi kreatif dan industri olahan berbasis iptek serta infrastruktur mantap berkelanjutan, yang dirangkai dari hasil Musrenbang di tingkat kabupaten/kota,” kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi NTB Rosiady Sayuti, pada pembukaan Musrenbang 2015, di Mataram seperti dikutip Koran Kampung dari media online.

Dijelaskan pula, Musrenbang merupakan momen keterpaduan hasil Pramusrenbang Provinsi NTB dan Musrenbang kabupaten dan kota. Di mana tahun 2015 mendatang merupakan pelaksanaan fase ke-3 dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) NTB 2005-2025, sekaligus tahun pertama Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) NTB 2015-2018.

“Sesuai RPJP NTB itu, pada fase ketiga konsentrasi pembangunan sudah akan dimulai ke arah industri kreatif dan perluasan pemasaran hasil, dan tidak lagi terpaku pada proses peningkatan produksi,” ujarnya.

Hal itu pun, kata Rosiadi, juga karena mempertimbangkan hasil-hasil pembangunan dalam lima tahun terakhir ini, yang menggambarkan pencapaian target-target pembangunan baik aspek ekonomi, SDM, infrastruktur, maupun lingkungan hidup.

“Keberhasilan tersebut merupakan tahapan strategis untuk memasuki fase berikutnya untuk mencapai NTB yang lebih maju, lebih beriman dan lebih berdaya saing, serta lebih sejahtera,” ujarnya.

Lantas seperti apakah konsep ekonomi kreatif itu? Dari beberapa literatur disebutkan konsep Ekonomi Kreatif merupakan sebuah konsep ekonomi di era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas. Konsep ini mengandalkan ide dan stock of knowledge dari Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya.

Struktur perekonomian dunia mengalami transformasi dengan cepat seiring dengan pertumbuhan ekonomi, dari yang tadinya berbasis Sumber Daya Alam (SDA) sekarang menjadi berbasis SDM, dari era pertanian ke era industri dan informasi.

Konsep Ekonomi Kreatif ini semakin mendapat perhatian utama di banyak negara karena ternyata dapat memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian. Di Indonesia, gaung Ekonomi Kreatif mulai terdengar saat pemerintah mencari cara untuk meningkatkan daya saing produk nasional dalam menghadapi pasar global.

Keseriusan Pemerintah Indonesia dalam mengembangkan ekonomi kreatif ditandai dengan keluarnya Inpres No. 6 Tahun 2009 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif yang berisi instruksi Presiden kepada Menteri, Kepala Lembaga Pemerintah Non Departemen, seluruh Gubernur, Bupati/Walikota. Intinya agar mendukung kebijakan pengembangan Ekonomi Kreatif tahun 2009-2015, utamanya dalam pengembangan kegiatan ekonomi yang mendasarkan pada kreatifitas, ketrampilan daya kreasi dan daya cipta dengan menyusun serta melaksanakan rencana aksi mendukung suksesnya pengembangan ekonomi kreatif tersebut.

Bagaimana dengan NTB? Di daerah ini potensi ekonomi kreatif sedang berkembang. Baik di bidang seni, kerajinan, media publik, dan lain-lain. Hal itu sesuai dengan harapan Gubernur NTB H Zainul Majdi saat membuka Musrenbang. Gubernur berharap, Musrenbang kali ini menjadi sarana untuk terwujudnya harapan masyarakat dari keputusan yang diambil oleh para penentu kebijakan dan pengambil keputusan dalam merencanakan arah pembangunan di daerah Bumi Gora ini.

Musrenbang Provinsi NTB 2015 itu dihadiri Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Helmy Faisal Zaini, Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Wakil Kepala Bappenas Lukita Dinarsyah Tuwo.

Staf Ahli Bidang Kependudukan Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) Bidang Kependudukan Nanag Komara, dan sejumlah pejabat dari kementerian terkait lainnya, juga hadir dalam pembukaan Musrenbang NTB itu.

Para pejabat dari berbagai kementerian itu, juga akan memaparkan materi terkait perencanaan pembangunan nasional sesuai bidang masing-masing.

Dari unsur pemerintah daerah, selain Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi, juga dihadiri bupati/wakil bupati, dan wali kota/wakil walikota Se-NTB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *