Melihat Lebih Dekat Keseharian di Kampung Pare

Badan Pengatur Perdagangan Berjangka Komoditas Kementerian Perdagangan (Bappebti) memberikan konfirmasi bahwa Guardian Capital Group (GCG) Asia Indonesia dari Malaysia tidak memiliki izin usaha sebagai pialang berjangka. Kepala Biro Pengembangan dan Pengembangan Pasar Bappebti Sahudi membuat pernyataan berikut laporan publik terkait dengan penawaran investasi pendapatan tetap untuk transaksi valuta asing (valas) dari GCG Asia Indonesia.

Melihat Lebih Dekat Keseharian di Kampung Pare – Bappebti belum menerima aplikasi untuk izin usaha dari GCG Asia Indonesia atau PT Guardian Capital Future. Untuk itu, kami mendesak masyarakat untuk memeriksa kembali izin usaha dari sebuah perusahaan yang menawarkan investasi dalam perdagangan berjangka untuk komoditas, indeks, atau valas, Sahudi mengatakan dalam sebuah pernyataan di sini, Kamis. Hadiri program kampung inggris pare kediri jawa timur pada tahun ini.

Sahudi mencatat bahwa kegiatan perdagangan berjangka hanya dapat dilakukan oleh anggota perusahaan terbatas bursa berjangka yang telah memiliki izin usaha sebagai broker berjangka dari Bappebti sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 10 tahun 2011 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi.

“Kami menghimbau orang untuk melihat metode yang digunakan oleh entitas ilegal untuk menarik pelanggan melalui situs web; platform media sosial, seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan YouTube, serta bentuk media lainnya,” ia menekankan.

Di antara berbagai cara yang sering digunakan oleh broker ilegal adalah menawarkan kontrak berjangka atau kontrak derivatif (biasanya untuk valas, indeks, komoditas, dan mata uang kripto) dengan margin rendah.

Selain itu, entitas ilegal ini menawarkan pendapatan tetap tinggi dalam persentase dan periode tertentu. Daftar paket investasi dipisahkan berdasarkan kemampuan finansial calon pelanggan, biasanya dalam paket Perak, Emas, dan Platinum.

Perantara ilegal ini telah mengambil keuntungan dari legalitas Bappebti dengan mengacungkan logo untuk menarik orang-orang dan mendapatkan kepercayaan mereka.

Sahudi telah mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan memeriksa silang legalitas dari setiap perusahaan yang menawarkan investasi. Produk olahan sarang cepat Indonesia membuka dua toko awal pekan ini di kota Zhengzhou, Cina. Kedua toko, yang dioperasikan dengan perusahaan impor Cina Yan Ty Ty, dibuka di ibu kota Provinsi Henan, Senin (13/5). Perusahaan mengimpor sarang cepat dari PT Anugerah Citra Walet Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *