KPU Batasi Frekuensi Kampanye Terbuka Pilkada NTB

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi NTB membatasi frekuensi kampanye rapat umum terbuka untuk empat pasangan calon peserta pemilihan kepala daerah (pilkada) yakni hanya 10 kali setiap pasangan calon.

“Masing-masing pasangan calon hanya 10 kali gelar kampanye rapat umum terbuka, sesuai waktu yang ada,” kata Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Kampanye KPU Provinsi NTB Darmansyah, pada rapat penyusunan jadwal kampanye Pilkada NTB, di Mataram, Jumat pekan lalu.

Rapat tersebut juga dihadiri tim kampanye empat pasangan calon peserta pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) NTB, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) NTB, dan unsur pemerintah daerah.

Darmansyah yang memimpin rapat penyusunan jadwal kampanye itu mengatakan, tahapan kampanye Pilkada NTB dimulai 26 April yang akan berakhir 9 Mei 2013.

Sehari sebelum tahapan kampanye itu, KPU NTB memfasilitasi kampanye damai yang diikuti empat pasangan calon, yang bertujuan mengajak semua pihak untuk menyukseskan pilkada tersebut.

“Mulai 26 April kampanye dimulai, yang diawali dengan penyampaian visi dan misi masing-masing pasangan calon dalam sidang paripurna DPRD Provinsi NTB,” ujarnya.

Selanjutnya, digelar kampanye debat kandidat tahap pertama yang akan disiarkan secara langsung oleh TV One, yang dijadwalkan 27 April.

Terhitung 28 April hingga 7 Mei 2013, merupakan jadwal kampanye oleh masing-masing pasangan calon sesuai jadwal dan lokasi yang ditetapkan di 10 kabupaten/kota di wilayah NTB.

Selain kampanye rapat umum, juga rapat terbatas, yang dilakukan masing-masing tim kampanye, sesuai jadwal dan lokasi.

“Rapat umum terbatas hanya 10 kali setiap pasangan calon, dan khusus rapat terbatas, pada hari tertentu yakni 27 April dan 7 Mei 2013 hanya digelar di Pulau Lombok, karena hari itu juga dijadwalkan debat kandidat yang disiarkan secara langsung oleh dua televisi nasional,” ujarnya.

Debat kandidat tahap pertama disiarkan langsung TV One, dan tahap kedua 7 Mei 2013 akan disiarkan langsung Metro TV.

Hari terakhir tahapan kampanye yakni 9 Mei 2013, akan diisi dengan doa bersama yang diikuti semua tim kampanye pasangan calon, serta penyelengggara dan pengawas pilkada.

Jadwal kampanye yang disusun KPU NTB itu akhirnya disetujui tim kampanye masing-masing pasangan calon, setelah mendengar berbagai masukan demi kesuksesan pilkada itu.

Terdapat empat pasangan calon yang diusung gabungan parpol sebagai peserta Pilkada NTB yakni, TGH M Zainul Majdi dan Muhammad Amin atau TGB-Amin, menggunakan nomor urut 1, pasangan calon H Suryadi Jaya Purnama dan Johan Rosihan atau “Suryadi-Johan” nomor urut 2, pasangan calon Harun Al Rasyid dan TGH Lalu Muhyi Abidin nomor urut 3, pasangan calon DR KH Zulkifli Muhadli dan Prof DR H Muhammad Ichsan atau Zul-Ichsan nomor urut 4.

Paket TGB-Amin diusung tujuh parpol yakni Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, dan Partai Gerindra.

Zainul Majdi yang akrab disapa TGB merupakan Gubernur NTB periode 2008-2013, yang juga menjabat Ketua DPD Partai Demokrat.

Sementara Amin merupakan kader Partai Golkar yang menjabat Sekretaris DPD I Partai Golkar NTB, yang juga masih menjadi anggota DPRD NTB periode 2009-2015. Amin berasal dari Pulau Sumbawa.

Paket “Suryadi-Johan” diusung tiga parpol yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Bintang Reformasi (PBR) dan Partai Persatuan Rakyat Nasional (PPRN), dengan dukungan sembilan kursi dari total 55 kursi di DPRD NTB hasil Pemilu 2009.

Suryadi merupakan Ketua DPD PKS NTB yang juga Wakil Ketua DPRD NTB, sementara Johan merupakan Wakil Ketua DPD PKS NTB yang juga Wakil Ketua Komisi II DPRD NTB.

Paket “Harum” diusung oleh 18 parpol yakni Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), PNBK Indonesia, PPDI, Partai Buruh, PNIM, PDP, PSI, PPNUI, PPN, PPI, PKP, Partai Patriot, Partai Merdeka, PMB, PIS, Parta Barnas, Partai Kedaulatan, dan PKPI.

Harun merupakan mantan Gubernur NTB periode 1998-2003 yang kini masih menjadi anggota DPR dari Partai Gerindra.

Muhyi kini masih menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal NTB, yang juga petinggi Pengurus Wilayah (PW) Nahdlatul Wathan (NW) NTB, organisasi Islam terbesar di wilayah NTB.

Paket Zul-Ichsan diusung empat parpol peserta Pemilu 2009 itu yakni Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU), dan Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI).

Zulkifli merupakan Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PBB NTB, yang masih menjabat Bupati Sumbawa Barat untuk periode keduanya. Jabatan bupati itu diraih sejak 2005.

Sementara Ichsan adalah mantan Dekan Fakultas Peternakan Universitas Mataram (Unram) yang kini menjabat Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) NTB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *