Klinik Hukum FS-NTB Indonesia

Dalam dua bulan terakhir ini FS-NTB Indonesia kembali menyelenggarakan Klinik Hukum bagi anggota federasi dan masyarakat umum. Klinik Hukum ini, kata Husain, adalah program yang sebelumnya sudah dilaksanakan sejak FS-NTB berdiri. Tahun ini diselenggarakan lagi karena dipandang penting untuk terus-menerus meningkatkan kesadaran hukum warga.

Pekan lalu, sejumlah warga Desa Sugian Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, mengikuti ceramah dan tanya-jawab masalah hukum. Pembicara pada Klinik Hukum di Sambelia itu Ketua Dewan Presidium FS-NTB Indonesia, M Taufik Budiman.

Sebelumnya, di Kabupaten Lombok Utara juga digelar kegiatan yang sama. “Kita laksanakan Klinik Hukum ini sekali dalam sebulan di satu kecamatan. Kita juga merencanakan Klinik Hukum bekerjasama dengan aparatur pemerintahan desa,” terang Ahmad Syarif Husain.

Di Desa Sugian, beragam persoalan hukum didiskusikan warga. Namun menurut Husain pemahaman hukum masyarakat memang sangat minim. “Ternyata hal mendasar seperti membedakan anatara pidana dan perdata juga belum benar-benar dipahami warga,” kata Husain lagi.

Dalam diskusi itu selain membahas soal hak dan kewajiban warga terkait hukum, banyak pula persoalan kemasyarakatan lainnya yang menjadi bahan pertanyaan warga. Beberapa warga Desa Sugian mengeluhkan upaya mereka yang belum berhasil untuk meminta bantuan pemerintah memperbaiki saluran irigasi di desa mereka.

“Kali kita di sini selalu meluap setiap musim hujan. Itu akibat banjir bandang Sambelia tahun 2006 lalu. Kalinya jadi dangkal dan lebih tinggi dari rumah warga, kalau musim hujan airnya meluap. Ini sudah berkali-kali kita keluhkan ke pemerintah, tapi sampai sekarang belum ada jalan keluar,” ujar seorang warga.

Ternyata, selain persoalan hukum, keluhan terkait fasilitas hidup warga juga menjadi bahan diskusi yang menarik perhatian warga. Untuk itu, jelas Husain, dalam Klinik Hukum mendatang juga akan dibahas beragam persoalan kemasyarakatan.

Menyangkut kesadaran hukum itu, Ahmad Syarif Husain mengatakan, kesadaran tentang apa hukum itu berarti kesadaran bahwa hukum itu merupakan perlindungan kepentingan manusia. Bukankah hukum itu merupakan kaedah yang fungsinya adalah untuk melindungi kepentingan manusia? Karena jumlah manusia itu banyak, maka kepentingannyapun banyak dan beraneka ragam pula serta bersifat dinamis.

Kalau terjadi seseorang dirugikan oleh orang lain, katakanlah dua orang pengendara sepeda motor saling bertabrakan, maka dapatlah dipastikan bahwa, kalau kedua pengendara itu masih dapat berdiri setelah jatuh bertabrakan, akan saling menyalahkan.

Pada hakekatnya kesadaran hukum masyarakat tidak lain merupakan pandangan-pandangan yang hidup dalam masyarakat tentang apa hukum itu. “Perbedaan kepentingan yang beragam di tengah warga bisa menyebabkan saling berbenturannya berbagai macam kepentingan itu. Untuk itu, perlu pemahaman dan kesadaran hukum yang masih harus ditingkatkan secara terus-menerus,” ujar Husain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *