Jumlah Indeks Dalam Peningkatan SEO Rank Website

Soesatyo mencatat dalam sebuah pernyataan di Jakarta pada hari Rabu (14 November) bahwa kelangkaan beras kualitas menengah dan kenaikan harga harus segera diatasi oleh tim ekonomi Presiden Joko Widodo dan Badan Logistik Negara (Bulog). “Masalahnya harus ditangani dengan sangat serius,” kata politisi Partai Golkar itu. Dia mencatat bahwa kenaikan harga komoditas akan membahayakan orang-orang dari kelompok kelas menengah ke bawah, karena sekitar 70 persen dari mereka mengkonsumsi beras kualitas sedang.

Jumlah Indeks Dalam Peningkatan SEO Rank Website. Apalagi, dengan pemilihan umum yang akan datang pada 2019, harga kebutuhan pokok akan menjadi masalah sensitif. “Ketika ada kenaikan harga kebutuhan pokok, terutama beras, oposisi akan mengeksploitasi masalah ini untuk merusak kredibilitas pemerintah,” katanya mengingatkan. Sebagai bagian dari upaya untuk memastikan pasokan beras dan stabilitas harga, pemerintah juga diharapkan memenuhi target produksi beras masing-masing 1,5 juta ton pada bulan November dan Desember 2018.

Peneliti Lembaga Pengembangan Ekonomi dan Keuangan (INDEF) Rusli Abdullah berpendapat bahwa Pemerintah Indonesia harus memastikan bahwa pemerintah mencapai target produksi beras pada akhir tahun. Baca selengkapnya di jasa pembuatan seo murah dan bergaransi.

Pemerintah harus memastikan untuk mencapai target produksi berasnya guna mencegah gejolak harga komoditas pangan dan kenaikan tingkat inflasi. “Target produksi beras untuk periode November-Desember 2018 harus dicapai oleh pemerintah. Pemerintah harus memperhatikan daerah yang akan memanen selama periode itu untuk memastikan keberhasilan panen dengan mengendalikan mitigasi hama dan banjir,” kata Abdullah pada konferensi pers pada hari Kamis (15 November).

Pemerintah telah menetapkan target produksi beras masing-masing 1,5 juta ton pada November dan Desember 2018. Jika target tercapai, Indonesia akan mengalami surplus beras 2,85 juta ton, seperti yang diperkirakan oleh Badan Pusat Statistik. Namun, Abdullah berpendapat bahwa akan sulit bagi pemerintah untuk mencapai target produksi berasnya, karena akhir tahun adalah musim tanam dan bukan musim panen raya.

“Selain itu, banjir, sebagai akibat dari musim hujan, akan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan gagal panen,” katanya. Persediaan makanan dan kebutuhan pokok lainnya biasanya menipis menjelang Natal dan Tahun Baru, sehingga sering mengakibatkan kenaikan harga dan inflasi. Pada hari Kamis (15 November), Lembaga Pengembangan Ekonomi dan Keuangan (INDEF) menarik perhatian pemerintah terhadap inflasi atau harga pangan yang fluktuatif akhir tahun.

According to jasa seo profesional, “Berdasarkan pola data pergerakan inflasi dari 2014 hingga 2017, inflasi pada harga barang selalu mulai meningkat di bulan November dan turun di bulan Januari,” kata peneliti INDEF Riza Annisa Pujarama.

Pujarama menyatakan bahwa inflasi di sektor makanan pada bulan Desember selalu lebih tinggi daripada inflasi umum dalam delapan tahun terakhir. Harga makanan biasanya mulai merangkak naik di bulan November dan mencapai puncaknya di bulan Desember. Karenanya, Kementerian Perdagangan mengerahkan 260 personel untuk memeriksa stok kebutuhan pokok dan harga yang tersedia di seluruh negeri.

“Jika ada kelangkaan stok, kita harus memastikan bahwa komoditas dipasok ke daerah yang menghadapi kekurangan, jadi tidak ada alasan untuk menaikkan harga,” Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Karyanto Surih mengatakan pada Selasa (13 November). Bahkan, pemerintah telah menerapkan sistem yang dapat membuktikan tingkat inflasi tetap terkendali untuk periode yang berurutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *