Festival Maulid di Negeri Seribu Masjid

A

had pagi tepat hari ke lima belas Bulan Mei, ketika sinar mentari yang baru saja beranjak naik memancarkan kehangatan ke segenap penjuru kota. Berbondong – bondong warga Mataram memenuhi kanan kiri Jalan Pejanggik dari Perempatan Kantor Bank Indonesia ke arah timur. Di tengah jalan berbaris panjang arak – arakan dengan berbagai hiasan yang meriah  menampilkan ciri – ciri kesenian dan budaya religius , dengan iringan pasukan drumband beberapa sekolah, dan juga barisan musik tradisional . Diawali oleh beberapa orang patroli polisi bersepeda sebagai pembuka jalan kemudian melintas   barisan pawai dengan ujung depan setiap barisan itu terdapat papan nama yang diusung sebagai penanda, ada tulisan Propinsi Sulawesi Selatan, Propinsi Jawa Tengah, juga nama – nama Kota / Kabupaten di NTB. Pada beberapa barisan nampak para remaja dengan keceriaannya, sementara pada barisan yang lain diikuti pula orang – orang dewasa, bahkan juga kanak – kanak. Semuanya tampil dalam balutan busana muslim yang penuh kesantunan.

Barisan pawai itu adalah para peserta Festival Maulid Nusantara ke 6 dan Festival Qasidah Nasional ke 16 yang akan mengikuti upacara pembukaan di Lapangan Umum Mataram. Ketidakhadiran satupun pejabat pemerintah pusat tidak mengurangi semangat dan antusiasme kurang lebih 1.700 peserta yang datang dari 30 propinsi, dan juga kegembiraan warga Kota Mataram sebagai tuan rumah perhelatan akbar itu.  Kegembiraan terpancar pula pada ekspresi wajah Walikota Mataram saat mengalungkan selendang tenun khas Lombok kepada setiap pemimpin rombongan sebagai tanda ucapan selamat datang yang hangat dan bersahabat. Sementara Gubernur yang membuka acara itu dalam sambutannya mengungkapkan berbagai potensi wisata yang menarik dan layak menjadi pilihan kunjungan bagi para delegasi yang hadir.  Setelah penabuhan gendang beleq oleh Gubernur yang disahuti oleh gemuruh bunyi rebana dan lantunan shalawat yang membahana dari segenap yang hadir, di atas panggung yang megah itu ditampilkan pula kolaborasi beberapa tarian daerah NTB dalam kesatuan komposisi gerak yang rampak dan bersemangat sebagai gambaran kemeriahan dan kegembiraan perayaan maulid.

Inilah pesta seni budaya Islam terbesar yang digelar di Negeri Seribu Masjid pada beberapa tahun terakhir. Sampai dengan tanggal 19 Mei 2011, berbagai kegiatan seni dan budaya akan digelar berbarengan dengan Pameran Sejarah Islam di Nusantara yang dilaksanakan di Museum Negeri NTB, seminar kebudayaan dan peradaban Islam yang akan menghadirkan beberapa cendekiawan muslim terkemuka, juga pameran dan bazaar yang menggelar berbagai produk kerajinan di tanah air, dan tak ketinggalan tentu juga aneka ragam kuliner khas yang menggugah selera yang digelar di bawah tenda – tenda cantik dan lampion warna warni di Lapangan Umum Mataram.

Sebagaimana harapan yang diungkapkan  oleh Gubernur NTB pada sambutan pembukaannya, event ini diharapkan dapat menunjukkan betapa pentingnya persatuan dan kesatuan ummat, juga betapa besar arti dan kontribusi kebudayaan Islam sebagai unsur utama kebudayaan nasional, yang harus dijaga dan dikembangkan guna mewarisi nilai – nilai keislaman yang luhur serta keteladanan Rasulullah Muhammad SAW yang hari kelahirannya telah menjadi inspirasi perhelatan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *