DPKM Bantu Siswa Miskin di Sekolah Pinggiran Mataram

Dewan Pendidikan Kota Mataram (DPKM) memberikan bantuan beasiswa bagi siswa kurang mampu tapi berprestasi yang sekolah dipinggiran Kota Mataram. Sebanyak 30 siswa SMP/MTs di pinggiran Kota Mataram menerima uang beasiswa masing-masing Rp400 ribu per siswa.

Penyerahan beasiswa bagi siswa berprestasi tapi kurang mampu tersebut dihadiri langsung Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Mataram, H. Ruslan Efendi, Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Taman Kanak-kanak (Dikdas dan Tk) Dinas Dikpora Mataram, H. Zaenal Arifin di kantor DPKM, Rabu kemarin.

Ketua DPKM, H. Adnan Muchsin mengatakan, pemberian beasiswa berprestasi bagi siswa kurang mampu di sekolah pinggiran Kota Mataram sebagai bentuk perhatian DPKM untuk member motivasi kepada siswa kurang mampu untuk terus meningkatkan prestasinya, baik itu di bidang akademik maupun prestasi di bidang non akademik seperti olahraga.

“Kami di DPKM menginginkan jangan sampai anak-anak kita putus sekolah, karena yang miskin memiliki kesempatan untuk meraih pendidikan lebih tinggi dengan catatan pemeri ntah harus membantu mereka sesuai isi Perda,” ujarnya.

Pada tahun 2011, DPKM memberikan bantuan beasiswa berprestasi bagi siswa miskin di sekolah pinggiran Kota Mataram sebanyak 118 siswa dari total yang layak menerima beasiswa 156 siswa SMP/MTs dan SMA/SMK di wilayah pinggiran Kota Mataram. Dari jumlah 118 siswa yang bisa diberikan beasiswa terdiri dari 81 siswa SMP/MTs dan 37 siswa SMA dan SMK. Sementara sisanya, pihak DPKM sedang mencarikan pihak swasta atau BUMN untuk mau membantu.

“Alhamdulillah Bank Syariah Mandiri dan Bank Muamalat sudah siap memberikan beasiswa untuk sisa yang belum dapat,” ujarnya.

Status Tiga SDN di Perbatasan Mataram-Lobar ‘Mengambang’

Status tiga sekolah dasar negeri (SDN) yang sebelumnya menjadi bagian dari wilayah Kabupaten Lombok Barat, dan kemudian masuk menjadi di wilayah administratif Kota Mataram sejak tahun 2007 hingga saat ini belum jelas alias mengambang.

Tiga SD Negeri yang masuk menjadi wilayah Kota Mataram, adalah SD Negeri 4 Bajur, SD N 2 Bajur dan SD Negeri 4 Kuranji secara administrative sejak tahun 2008 sudah resmi masuk ke wilayah Kota Mataram. Hanya saja, hingga sampai saat ini, status guru dan siswanya belum ada kejelasan.

Menurut Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Taman Kanak-kanak (Dikdas dan Tk) Dinas Pendidikan Kota Mataram, H. Zaenal Arifin, hingga saat ini penyerahan secara resmi tiga SD Negeri itu dari Pemerintah Kabupaten Lombok Barat kepada Pemerintah Kota Mataram belum ada.

“Kami sudah berkali-kali menanyakan masalah kejelasan status tiga SD Negeri itu ke Setda Kota Mataram dan Pemda Lobar tapi belum ada jawaban yang pasti,” kata Zaenal di Mataram, Rabu kemarin.

Zaenal mengatakan, kendati belum dilakukan serah terima secara resmi antara kedua belah pihak pemerintah daerah termasuk bersama sejumlah asset yang masuk menjadi wilayah administratif Kota Mataram, sebanyak tiga SD Negeri itu sudah menyerahkan profil sekolahnya ke Dinas Dikpora Kota Mataram begitu juga dengan jumlah gurunya.

“Kami sudah menerima profil tiga SD Negeri itu dan kapanpun dilakukan serah terima secara resmi dari kedua pemda, kami sudah siap melakukan pembinaan dan mengurus tiga sekolah tersebut,” ujarnya.

Kemendiknas RI Tunjuk SMKN 3 Mataram Rakit 426 Komputer

Sub Direktorat Pembelajaran Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) RI menunjuk SMK Negeri 3 Mataram merakit 426 unit perangkat media pembelajaran. Seperti laptop, PC Komputer dan LCD Proyektor.

“Media pembelajaran, seperti laptop, LCD proyektor dan PC komuputer tersebut akan dibagikan kepada sejumlah SMK dan SMA negeri swasta di Nusa Tenggara Barat,” kata Kepala SMK Negeri 3 Mataram, Muhammad Umar di Mataram.

SMK Negeri 3 Mataram sebagai satu-satunya sekolah yang ditunjuk Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) RI untuk merakit komputer, laptop dan media pembelajaran lainnya di wilayah NTB, kembali ditunjuk merakit 215 unit PC komputer dengan spek Pentium IV core two duo, layar LCD flat 14 inchi, 86 unit LCD proyektor dan 125 unit laptop.

Umar mengatakan, untuk merakit 215 unit PC komputer pihak SMK Negeri 3 Mataram hanya melibatkan kelas dua dan berhasil selesai dikerjakan dalam waktu dua hari. Selain itu, untuk saat ini perakitan laptop dan LCD proyektor masih menunggu kedatangan pihak Kemendiknas RI untuk menyaksikan bahan bahan yang sudah dikirim. Secara tekhnis, bahan perakitan sudah lengkap di Mataram, hanya saja kardus bungkus barang tersebut belum bisa dibuka sebelum ada petugas dari pusat menyaksikan kondisi bahan rakitan yang sudah dikirim ke SMK Negeri 3 Mataram.

“Untuk perakitan laptop dan LCD proyektor, begitu petugas dari pusat datang melihat kondisi bahan rakitan yang dikirim, maka siswa bisa cepat menyelesaikan proses rakitan sekitar tiga sampai empat hari,” ujarnya.

Program perakitan media pembelajaran, seperti 215 unit PC komputer, 86 unit LCD proyektor dan 125 unit laptop didanai dari APBN Perubahan 2011 yang diperuntukan membantu sarana pembelajaran SMA dan SMK negeri dan swasta di NTB dalam pemerataan peningkatan mutu pendidikan.

“Pertengahan November nanti semuanya sudah disalurkan kepada sekolah penerima. Mengenai berapa sekolah yang menerima kami belum diinformasikan oleh Subdit Pembelajaran dan Pembinaa SMK Kemendiknas RI,” ujarnya.

Wawali Buka Diksar Saka Bhayangkara Angkatan VIII

Wakil Walikota Mataram H. Mohan Roliskana, S,Sos, M.H membuka Pelatihan Dasar (Diksar) Saka Bhayangkara Polres Mataram Angkatan VIII Tahun 2011 yang bertempat di Bumi Perkemahan Jaka Mandala, Jumat (11/11).

Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 11-13 November 2011 ini di ikuti oleh anggota Pramuka Penegak, Pandega sejumlah 147 orang yang berasal perwakilan Gugus Depan (Gudep) Se Kota Mataram

Dalam Sambutannya, Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Mataram H. Mohan Roliskana, S.Sos, MH mengapresiasi Pendidikan Dasar yang digelar rutin setiap tahun ini ia menilai, para peserta yang mengikuti Diksar ini merupakan generasi yang akan mengisi pembangunan di masa depan.

Ia menambahkan, disaat yang sama, banyak para remaja masa kini yang gemar menyia nyiakan waktu hanya untuk sekedar berkumpul tanpa ada hasil apapun. Seharusnya, Lanjut Mohan, para remaja saat ini banyak menempa diri dengan beragam kegiatan yang dapat mendukung karir mereka di masa datang.

Dirinya mencontohkan apa yang ia lakukan di masa lampau menjadi buah yang ia petik di masa kini, dimana dengan kerja keras dan pantang menyerah serta tekun dalam melakukan kegiatan positif maka apa yang diharapkan pasti akan terwujud.

Selain itu pula, ia berpesan kepada para peserta diksar untuk senantiasa mengikuti segala program yang telah di agendakan.

Disamping membuka kegiatan diksar, Mohan juga menyempatkan untuk melihat kondisi Sekretariat Kwarcab Mataram yang berada di areal Jaka Mandala

Ujian Nasional SMA di NTB Diikuti 58.249 Siswa

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) Provinsi Nusa Tenggara Barat memastikan jumlah peserta Ujian Nasional (UN) SMA/MA dan SMK di Provinsi NTB sebanyak 58.249 siswa. Jumlah tersebut merupakan data peserta definitif yang sudah dipastikan ikut UN tahun 2012 ini.

“Jumlah 58.249 siswa itu merupakan data definitif peserta UN yang digelar awal bulan April 2012 mendatang,” kata Kepala Dinas Dikpora Provinsi NTB, H. Lalu Syafi’i di Mataram.

Dari jumlah 58.249 siswa peserta UN tahun ajaran 2011/2012 terdiri dari siswa SMA/MA dan SMALB sebanyak 44.533 siswa dan peserta UN SMK sebanyak 13.716 siswa yang tersebar di 10 kabupaten/kota di Provinsi NTB. Peserta UN SMA/MA/SMALB terbagi dalam tiga program studi, yakni program studi ilmu pengetahuan alam (IPA) sebanyak 15.764 orang, ilmu pengetahuan sosial (IPS) 24.063 orang, bahasa 4.314 orang, agama 376 orang. Jumlah peserta UN program studi bahasa asing sebanyak 4.307 orang, yang terdiri dari bahasa Arab sebanyak 3.872 orang, bahasa
Jepang 233 orang dan bahasa Jerman sebanyak 202 orang.

Syafi’i menyebutkan, jumlah peserta UN SMA/MA/SMALB di Kota Mataram sebanyak 3.742 orang, Kota Bima 2.630 orang, Kabupaten Lombok Barat 5.155 orang, Kabupaten Lombok Utara 1.693 orang, Kabupaten Lombok Tengah 8.342 orang dan Kabupaten Lombok Timur 9.876 orang. Di
Kabupaten Sumbawa Barat sebanyak 833 siswa, Kabupaten Sumbawa 3.034 orang, Kabupaten Dompu 2.824 orang dan Kabupaten Bima sebanyak 6.404 orang.

“Dinas Dikpora NTB sudah berkoordinasi dengan Universitas Mataram (Unram) dalam hal pengawasan pelaksanaan UN di tingkat sekolah serta proses pemindaian lembar jawaban UN,” terangnya. Selanjutnya peserta UN SMK negeri sebanyak 10.955 orang dan SMK swasta 2.761 orang. Seluruh sekolah penyelenggara tersebar di 10 kabupaten/kota di Provinsi NTB. Jumlah peserta UN tingkat SMK di Kota Mataram sebanyak 2.381 orang, Kota Bima 1.062 orang, Kabupaten Lombok
Barat 1.949 orang, Kabupaten Lombok Utara 473 orang, Kabupaten Lombok Tengah 1.794 orang dan Kabupaten Lombok Timur 2.309 orang.

Di Kabupaten Sumbawa Barat sebanyak 501 siswa, Kabupaten Sumbawa 1.517 orang, Kabupaten Dompu 939 orang dan Kabupaten Bima sebanyak 791 orang. “Jumlah SMK yang menjadi penyelenggara UN pada tahun pelajaran 2011/2012 sebanyak 170 sekolah, terdiri dari SMK negeri sebanyak 77 sekolah dan SMK swasta sebanyak 93 sekolah,” ujarnya.

Ujian nasional untuk tingkat SMA/MA/SMALB dan SMK akan berlangsung pada 16-19 April 2012, dan UN susulan akan dilaksanakan pada 23-26 April. Hasil UN tingkat SMA/MA/SMALB dan SMK akan diumumkan pada 24 Mei 2012.

Unram Turunkan 790 Pengawas UN Tahun 2012

Jumlah tersebut terdiri dari 630 pengawas UN SMA/MA dan 160 pengawas UN SMK. “Jumlah pengawas disesuaikan dengan banyak sekolah penyelenggara UN, yakni SMA/MA sebanyak 630 sekolah dan SMK 160 sekolah,” kata Penanggungjawab Panitia Pengawas UN Provinsi NTB, Prof. Sunarpi yang juga Rektor Universitas Mataram (UNram) didampingi Ketua Panitia Pelaksana Pengawasan UN SMA/MA dan SMK di NTB Prof Mahyuni di Mataram.

Jumlah siswa SMA/MA yang terdaftar menjadi peserta UN 2012 sebanyak 44.580 orang yang tersebar di 10 kabupaten/kota di NTB, sementara peserta UN SMK sebanyak 13.600 orang. UN SMA/MA dan SMK dilaksanakan hanya satu kali, yang terdiri atas UN dan UN susulan. UN susulan hanya berlaku bagi peserta didik yang sakit atau berhalangan dan dibuktikan dengan surat keterangan yang sah. UN SMA/MA dan SMK akan diselenggarakan pada 16-19 April 2012, sedangkan UN susulan pada 23-26 April 2012 Sunarfi juga berjanji akan menyampaikan hasil pengawasan UN secara transfaran ke publik terkait adanya kecurangan ataupun sebaliknya.

“Jika itu bisa dibuktikan terjadi kecurangan dalam UN maka kami akan publikasikan,” katakata Sunarpi. Prosedur pelaporan data kecurangan UN akan disampaikan ke Badan Nasional Standar Pendidikan (BSNP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang berhak memberikan sanksi bagi peserta atau penyelenggara UN sesuai dengan Prosedur Operasional Standar (POS) UN. Prof. Mahyuni Ketua Panitia Pengawasan UN Provinsi NTB tahun 2012 mengatakan, perguruan tinggi negeri (PTN) ditetapkan sebagai salah satu penyelenggara pengawasan UN SMA/MA/SMK 2012 berdasarkan rekomendasi Majelis Rektor PTN dan BSNP, serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

“Salah satu dari 13 tanggung jawab yang dibebankan kepada PTN adalah menetapkan pengawas satuan pendidikan di setiap sekolah/madrasah penyelenggara UN bersama Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP),” pungkasnya.