Tempat Belajar Bahasa Inggris Secara Profesional

Guru profesional menyukai perencanaan pelajaran. Mereka selalu bisa mengajar kelas menggunakan pakaian lengkap metode, teknik jasa seo terbaik dan permainan mereka, namun sebuah rencana terperinci berarti mereka dapat memberikan pelajaran yang lebih kaya dan lebih modern – bagaimanapun juga, seorang guru biasanya berencana menggunakan potensi penuh mereka. Continue reading

Sekolah Lima Hari

Jasa SEO Terbaik – Program lima hari kerja rupanya tak hanya berlaku bagi PNS, mungkin juga berlaku bagi para guru. Ya, itulah tawaran dari Bupati Sumbawa Barat KH Zulkifli Muhadli. Dia mencoba memberikan kesempatan kepada sekolah untuk berinovasi dengan memberlakukan sistem lima hari belajar. Continue reading

Minta Guru Tanggung Jawab Pusat

Selama ini guru menjadi komunitas politik dalam kancah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Untuk itu, Anggota Komisi IV DPRD NTB TGH Hazmi Hamzar setuju kalau persoalan mutasi, penempatan, pengangkatan, penggajian, dan penghentian guru menjadi urusan pemerintah pusat, bukan daerah. “Agar profesional guru tetap terjaga,” tukasnya kepada Koran Kampung, Kamis (7/7).

Menurut dia, guru yang ada di lingkup Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dikpora) dan Kementerian Agama semestinya dilindungi profesionalitasnya dari kepentingan politik.
“Saya setuju kalau guru-guru itu menjadi tanggung jawab pemerintah pusat karena selama ini menjadi komunitas politik jika saat Pilkada,” ungkap Hazmi Hamzar.

Selama ini, jika guru menenteng politik salah satu calon di daerah tertentu, maka risikonya adalah mutasi hingga ke kawasan terpencil atau turun jabatan atau tidak diberikan jabatan apapun.

DPKM Bantu Siswa Miskin di Sekolah Pinggiran Mataram

Dewan Pendidikan Kota Mataram (DPKM) memberikan bantuan beasiswa bagi siswa kurang mampu tapi berprestasi yang sekolah dipinggiran Kota Mataram. Sebanyak 30 siswa SMP/MTs di pinggiran Kota Mataram menerima uang beasiswa masing-masing Rp400 ribu per siswa.

Penyerahan beasiswa bagi siswa berprestasi tapi kurang mampu tersebut dihadiri langsung Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Mataram, H. Ruslan Efendi, Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Taman Kanak-kanak (Dikdas dan Tk) Dinas Dikpora Mataram, H. Zaenal Arifin di kantor DPKM, Rabu kemarin.

Ketua DPKM, H. Adnan Muchsin mengatakan, pemberian beasiswa berprestasi bagi siswa kurang mampu di sekolah pinggiran Kota Mataram sebagai bentuk perhatian DPKM untuk member motivasi kepada siswa kurang mampu untuk terus meningkatkan prestasinya, baik itu di bidang akademik maupun prestasi di bidang non akademik seperti olahraga.

“Kami di DPKM menginginkan jangan sampai anak-anak kita putus sekolah, karena yang miskin memiliki kesempatan untuk meraih pendidikan lebih tinggi dengan catatan pemeri ntah harus membantu mereka sesuai isi Perda,” ujarnya.

Pada tahun 2011, DPKM memberikan bantuan beasiswa berprestasi bagi siswa miskin di sekolah pinggiran Kota Mataram sebanyak 118 siswa dari total yang layak menerima beasiswa 156 siswa SMP/MTs dan SMA/SMK di wilayah pinggiran Kota Mataram. Dari jumlah 118 siswa yang bisa diberikan beasiswa terdiri dari 81 siswa SMP/MTs dan 37 siswa SMA dan SMK. Sementara sisanya, pihak DPKM sedang mencarikan pihak swasta atau BUMN untuk mau membantu.

“Alhamdulillah Bank Syariah Mandiri dan Bank Muamalat sudah siap memberikan beasiswa untuk sisa yang belum dapat,” ujarnya.

Status Tiga SDN di Perbatasan Mataram-Lobar ‘Mengambang’

Status tiga sekolah dasar negeri (SDN) yang sebelumnya menjadi bagian dari wilayah Kabupaten Lombok Barat, dan kemudian masuk menjadi di wilayah administratif Kota Mataram sejak tahun 2007 hingga saat ini belum jelas alias mengambang.

Tiga SD Negeri yang masuk menjadi wilayah Kota Mataram, adalah SD Negeri 4 Bajur, SD N 2 Bajur dan SD Negeri 4 Kuranji secara administrative sejak tahun 2008 sudah resmi masuk ke wilayah Kota Mataram. Hanya saja, hingga sampai saat ini, status guru dan siswanya belum ada kejelasan.

Menurut Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Taman Kanak-kanak (Dikdas dan Tk) Dinas Pendidikan Kota Mataram, H. Zaenal Arifin, hingga saat ini penyerahan secara resmi tiga SD Negeri itu dari Pemerintah Kabupaten Lombok Barat kepada Pemerintah Kota Mataram belum ada.

“Kami sudah berkali-kali menanyakan masalah kejelasan status tiga SD Negeri itu ke Setda Kota Mataram dan Pemda Lobar tapi belum ada jawaban yang pasti,” kata Zaenal di Mataram, Rabu kemarin.

Zaenal mengatakan, kendati belum dilakukan serah terima secara resmi antara kedua belah pihak pemerintah daerah termasuk bersama sejumlah asset yang masuk menjadi wilayah administratif Kota Mataram, sebanyak tiga SD Negeri itu sudah menyerahkan profil sekolahnya ke Dinas Dikpora Kota Mataram begitu juga dengan jumlah gurunya.

“Kami sudah menerima profil tiga SD Negeri itu dan kapanpun dilakukan serah terima secara resmi dari kedua pemda, kami sudah siap melakukan pembinaan dan mengurus tiga sekolah tersebut,” ujarnya.