H Mohan Roliskana, Ketua KONI Mataram

Berdasarkan SK Walikota nomor 13 tahun 2011 tentang pengukuhan pengurus KONI Kota Mataram ditetapkan Ketua Umum KONI Kota Mataram H. Mohan Roliskana, S.Sos, MH Sekretaris Mansur SH,MH dan Bendahara I Gusti Ayu Sri Mahakamiati, SH berserta 33 jajaran pengurus.

H Mohan Roliskana mengungkapkan bahwa menjadi orang tertinggi dalam kepengurusan olahraga di Kota Mataram menjadi sebuah kehormatan dan amanah baginya. Karena itu, dia bertekad akan mengawal dan meningkatkan prestasi olahraga di Kota Mataram.

Terkait dengan itu pihaknya meminta masing-masing bidang yang telah dikukuhkan untuk segera menyusun rencana program sebagai dasar penyusunan program kerja ke depan. Dia juga mengatakan, siap mendukung rencana besar KONI Propinsi NTB untuk mendulang 10 medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XVIII di Riau 2012 mendatang. “Namun perlu diingat juga, Kota Mataram layak untuk diperhatikan. Karena Kota Mataram memiliki potensi atlet, lokasi dan pengembangan infrastruktur bidang olahraga yang cukup potensial,” ujarnya.

Sementara Ketua KONI NTB, H.MSN. Kasdiono SH berharap di bawah kepemimpinan H. Mohan Roliskana yang juga menjadi Wakil Walikota Mataram dunia olahraga di Kota Mataram terus berkembang. Terlebih dengan prestasi juara umum yang telah diperoleh Kota Mataram pada tahun sebelumnya yakni 2006 dan 2010 dalam Pekan Olahraga Propinsi, menjadi satu motivasi sehingga tidak sulit lagi untuk dikembangkan.

Salah satunya dalam cabang olahraga renang, dimana saat ini Kota Mataram sebenarnya sudah memiliki fasilitas kolam renang, yang mampu mencetak atlet-atlet berprestasi. “Sayangnya standar panjang kolam renang masih kurang, sehingga ini juga harus menjadi perhatian bersama. Karena peluang memperoleh medali dalam cabang olahraga renang cukup banyak,” ungkap Kasdiono.

Menanggapi hal itu dalam sambutannya Walikota Mataram H. Ahyar Abduh mengungkapkan, dalam ABT 2011 akan mengalokasikan anggaran untuk kegiatan renovasi kolam renang yang saat ini panjangnya hanya kurang 20cm. “Kolam renang yang ada saat ini memiliki lebar 21 meter dan panjang 50 meter kurang 20 cm,” ungkapnya.

Hal itu menjadi salah satu komitemen Pemkot Mataram dalam upaya pengembangan dunia olahraga di Kota Mataram khususnya. Di samping itu, Pemkot Mataram juga telah merencanakan akan melakukan perpanjangan lintasan sirkut untuk cabang olahraga balap motor yang ada di Selagalas. Dengan harapan target perolehan 10 medali emas tahun 2012 dari berbagai cabang olahraga mendatang dapat tercapai. “Untuk itu, semua pengurus yang telah dilantik serta pembimbing masing-masing cabang olahraga harus terus mengintensifkan komunikasi,” ujar Walikota Mataram.

Magis Piala FA Masih Ada

BILA menilik hasil dalam beberapa musim terakhir, Piala FA disebut telah kehilangan daya magisnya. Namun Everton membuktikan bahwa “keajaiban” Piala FA masih belum sirna.
Dalam lima musim terakhir misalnya, hanya sekali Piala FA jatuh ke tangan tim yang bukan termasuk tim raksasa. Itu terjadi di musim 2007/2008 saat Portsmouth menjadi juara. Lawan The Pompey ketika itu pun juga bukan tim besar yaitu Cardiff City.

Ada pun di empat musim lainnya, gelar menjadi milik Liverpool (2005/2006) dan sisanya menjadi milik Chelsea. “Saya terus membaca berita bahwa Piala FA telah kehilangan daya magisnya. Namun itu adalah sebuah anggapan sampah terbesar yang pernah ada,” seru bek Everton Philip Neville di situs resmi klub, setelah pertandingan antara The Tofees kontra Chelsea di replay babak keempat Piala FA.

Everton sendiri berhasil menyingkirkan Chelsea yang berstatus juara bertahan lewat adu penalti. Dalam laga ini, kematangan anak buah David Moyes menunjukkan bukti. Sempat ketinggalan 0-1 lewat gol Frank Lampard, Leighton Baines berhasil menyamakan skor dan memaksakan adu penalti.

Di babak tos-tosan, tim Merseyside Biru juga sempat dalam posisi tertinggal dari tim London Barat, namun akhirnya bisa membalikkan keadaan dan menang. “Anda tidak bisa menciptakan keajaiban seperti ini di kompetisi piala yang lain,” seru Neville.

Mantan pemain Manchester United itu menjadi penentu kemenangan Everton. Eksekusinya memastikan langkah tim pemegang lima gelar Piala FA itu ke babak berikutnya. “Saya percaya diri dengan penalti itu karena saya sudah berlatih setiap pekan. Kami mengerjakan pekerjaan rumah kami di Everton dan saya sangat percaya diri. Penendang penalti kelima mungkin adalah penalti paling glamor,” ujar Neville.

MU Melaju di Piala FA

KLUB kuat Manchester United melaju ke perempatfinal Piala FA usai menang tipis 1-0 atas Crawley Town. Gol tunggal yang mengantarkan MU tersebut dikemas oleh Wes Brown.
MU menghadapi Crawley Town di Old Trafford, dalam laga babak kelima Piala FA. Sir Alex Ferguson mencadangkan nama-nama yang biasanya menjadi pemain reguler seperti Wayne Rooney dan Darren Fletcher.

Untuk duet penyerang, The Red Devils mengandalkan Javier Hernandez dan Bebe sebagai starter. Meski menang 1-0, namun sempat membuat Sir Alex Ferguson kerepotan.
Sebuah gol yang dibuat Wes Brown menjadi pembeda antara Manchester United dan Crawley Town. Setan Merah tak mendapat itu dengan mudah. Walau di babak awal mendominasi dan punya banyak peluang, Crawley tampil bagus di paruh kedua dan beberapa kali membuat pendukung tuan rumah was-was dibuatnya.

Soal perlawanan sengit yang diberikan klub Divisi Conference itu, Sir Alex Ferguson mengakuinya. Dia malah menilai kalau skuad besutan Steve Evans berhak dapat hasil imbang dalam pertandingan tersebut.

“Tak penting dengan skor yang dibuat, ini adalah harinya mereka, itu tak perlu ditanyakan lagi. Mereka layak bermain imbang, sungguh, di babak kedua, dengan upaya yang mereka lakukan, juga komitmennya,” sahut Fergie.

Jika diurut dari Premier League, maka Divisi Conference ada di tangga kelima kasta sepakbola Inggris. Meski terpaut jarak sangat jauh, dibanding The Red Devils yang kini memuncaki klasemen, Crawley mampu membuat ‘Setan Merah’ kesulitan di kandang sendiri.

“Mereka membuat kami kesulitan dan kami berada di posisi dua untuk mendapatkan bola. Itu mengecewakan. Tapi kami punya pemain yang tak paham bagaimana kondisi di Piala FA. Mungkin buat mereka itu adalah pelajaran terbesar. Kadang Anda tersendat di kejuaraan ini dan Anda harus berjuang untuk bisa lolos. Kami pernah merasakannya di masa lalu,” kata Sir Alex.

Menpora Terkejut Hasil Verifikasi Calon Ketum PSSI

MENTERI Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, mengaku terkejut ketika mengetahui bahwa George Toisutta dan Arifin Panigoro tidak lolos dalam verifikasi untuk mengikuti bursa ketua umum baru PSSI.

George dan Arifin merupakan dua dari empat bakal calon ketua umum baru PSSI. Kandidat lain adalah Nirwan Bakrie dan incumbent Nudrin Halid. Pada Sabtu (19/2) lalu, Komite Pemilihan mengumumkan bahwa Nirwan dan Nurdin yang lolos verifikasi. Sementara itu George dan Arifin tidak.

Hal ini mendatangkan reaksi, salah satunya dari Menpora Andi Mallarangeng. “Terus terang saya terkejut dengan hasil tersebut, karena menurut saya semua persyaratan Pak George, misalnya, sudah memenuhi syarat,” tutur Andi.

Andi berpendapat agar PSSI memberikan penjelasan soal tidak lolosnya Arifin dan George. “Menurut saya ini harus dijelaskan (oleh tim PSSI). Yang jelas, jangan sampai keputusan mencoret Pak George dan Pak Arifin hanya karena pertimbangan kongres semata,” lanjut dia.
“Kalau saya, biarlah semua tokoh-tokoh ini bersaing secara sehat. Lalu, biarlah para pemegang hak suara memilih dengan hati nurani. Masyarakat menginginkan hal ini, biar juga ada pilihan alternatif,” sambung mantan juru bicara presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut.

Saat disinggung soal PSSI yang selalu bertameng pada statuta FIFA, Andi mengatakan hal itu wajar. Setiap organisasi memang punya aturan masing-masing. Namun, hal itu hendaknya tidak menjadi kontraproduktif dengan aspek-aspek lain.
“Ada prinsip-prinsip fair play. Itu yang kita harapkan. Di setiap pertandingan PSSI, selalu diusung bendera Fair Play ke tengah lapangan. Jadi tolong mereka juga tidak melupakan itu,” pungkas Menpora.

Sementara itu, George Toisutta memastikan akan mengajukan banding menyusul kegagalan dia lolos dari verifikasi calon ketua umum PSSI. Hal yang sama dilakukan Arifin Panigoro yang berjanji akan berjuang all out.

Merasa sudah melengkapi semua persyaratan yang diwajibkan, kubu George Toisutta memastikan kalau mereka akan mengajukan banding dan akan terus berupaya bisa ikut bertarung dalam kongres di Bali pada 26 Maret mendatang. Kondisi serupa akan ditempuh kubu Arifin Panigoro.

“Penolakan Komite Pemilihan PSSI terhadap calon ketua umum yang pro perubahan menunjukkan status quo lebih memilih defensif. Padahal di sepakbola pertahanan terbaik adalah menyerang,” sahut Arifin Panigoro.

Mekanisme banding yang disediakan dalam proses pencalonan ketua umum akan ditempuh oleh pengusaha yang menggagas Liga Primer Indonesia itu. Arifin juga menegaskan akan habis-habisan berjuang demi membantu melakukan perubahan di sepakbola Indonesia.
“Saya dan George Toisutta akan all out dari appeal ke komisi banding hingga pendekatan apapun. Ini untuk menunjukkan bahwa rakyat Indonesia menginginkan perubahan sepakbola.” tuntas Arifin.

Real Madrid Melawan Kutukan 16 Besar

Dalam enam musim terakhir, perjalanan Madrid si Raja Eropa didominasi oleh cerita tentang kegagalan. Los Galacticos pun sangat sering kandas di babak 16 besar. Itu sebabnya dikenal istilah “kutukan 16 besar” yang menggelayuti El Real.

Rabu (23/2), tim ibukota Spanyol itu di melakoni leg I 16 besar Liga Champions dengan Lyon sebagai lawan. Wakil Prancis itu adalah penjegal Los Merengues di kompetisi musim lalu. “Sejak kami terundi bertemu Lyon, kami telah mempelajari tentang mereka. Real Madrid memiliki dua halangan yang harus diatasi saat menghadapi Lyon,” ujar pelatih Real Madrid Jose Mourinho dikutip dari situs resmi klub.

Sudah bertahun-tahun lamanya sejak Madrid terakhir kali berhasil melampaui babak 16 besar dan satu lagi Madrid belum pernah mengalahkan Lyon. ‘’Saya ingin tahu apakah Lisandro, Briando, atau Delgado bermain atau tidak. Kami harus mempelajari semua kemungkinan dan bersiap untuk apa pun dan untuk segala hal,’’ katanya.

Statistik dari Soccerway menunjukkan bahwa Madrid dan Lyon sejauh ini bertemu enam kali di Liga Champions. Saat bertindak sebagai tuan rumah, Madrid hanya mampu seri. Sementara saat away, Los Blancso selalu kalah dan gagal mencetak gol.

Madrid datang ke kandang Lyon dengan rasa percaya diri tinggi. Apalagi di La Liga, mereka baru saja sukses menekuk Levante. Menghadapi Levante, Real Madrid tetap tampil serius. Keseriusan El Real turut berhasil mempertahankan reputasi pelatih Jose Mourinho yang tak pernah kalah di kandang.

Madrid mengalahkan Levante 2-0 dalam laga yang berlangsung di kandang sendiri. Di pertandingan ini, Mourinho tidak menurunkan kekuatan penuh sebagai starter. Mesut Oezil dimainkan sebagai cadangan. Sementara Xabi Alonso di bench hingga peluit panjang. Sementara Karim Benzema, Cristiano Ronaldo, Sergio Ramos, Angel Di Maria, dan Sami Khedira jadi starter.

“Saya pikir normal saja bila saya mengistirahatkan Xabi dan Oezil, yang keduanya akan bermain di laga berikutnya (Liga Champions), karena saya masih punya alternatif lain,” ujar Mourinho di situs resmi klub.

“Saya menyukai bagaimana permainan Sergio Ramos dan Benzema. Cristiano (Ronaldo) selalu ingin bermain. Cristiano berada dalam performa terbaik dari segi fisik dan tak merasa lelah. Jadi mengapa saya harus menariknya keluar? Seorang pemain memang bisa saja cedera setiap waktu. Memang risiko soal itu selalu ada dan kita tidak bisa apa-apa menghadapi hal seperti itu,” lanjut pelatih berusia 48 tahun itu.

Meski dinanti agenda penting lain yaitu di Liga Champions, Mourinho tetap memuji keseriusan anak buahnya. Keseriusan ini pula yang membawa The Special One memperpanjang rekor tak terkalahkan di kandang sendiri.

Kemenangan atas Levante merupakan kali ke-148 secara berturut-turut Mourinho berhasil membawa tim asuhannya unbeaten saat tampil di markas sendiri. Ada pun kali terakhir Mourinho menyaksikan anak asuhnya ditaklukkan tim tamu adalah pada 23 Februari 2002 silam, yakni saat FC Porto dibekuk Beia Mar.

Itu berarti sudah sembilan tahun pelatih asal Portugal tersebut tidak terkalahkan di kandang sendiri. Dari 148 pertandingan, 123 di antaranya dilalui dengan kemenangan. Bersama Madrid, Mourinho sejauh ini menang 12 kali dari 12 pertandingan di Santiago Bernabeu di kancah La Liga.

“Saya senang tim asuhan saya bermain dengan serius. Laga sebelum Liga Champions memang bisa kompleks karena fokus pemain bisa lebih condong ke kompetisi Eropa. Namun tim bermain baik dan sangat fokus,” ujar Mourinho.

Dia paham bahwa Levante bisa membuat langkah mereka jadi berat. Pertahanan mereka terorganisir dengan baik, namun Real bisa mencetak gol cepat dan membuat segalanya berada di bawah kendali tuan rumah. ‘’Menang dan mengistirahatkan pemain adalah intinya,” kata dia.

Bertanding di depan pendukungnya sendiri, Madrid tampil dominan hampir di sepanjang 90 menit laga. Sebuah gol cepat dari Karim Benzema dan gol kedua yang datang dari Ricardo Carlvalho memberi El Real kemenangan ke-19 di Liga Spanyol musim ini.

Tambahan tiga poin dari laga ini membuat Madrid kini punya 60 poin, dan semakin kokoh di posisi dua klasemen. Cristiano Ronaldo cs tetap tertinggal lima angka dari Barcelona.