Menciptakan Struktur Permukaan Yang Lebih Kuat

Tapi mudah untuk khawatir membuat mereka tetap bersih, terutama jika Anda belum pernah memasang ubin porselen di rumah Anda sebelumnya. Lakukan pencarian secara online dan Anda bisa menemukan “cerita horor” berlimpah. Tip Membersihkan Untuk Ubin Porselen Anda. Membayangkan suasana yang terang dan bersih adalah bagaimana Anda memulai. Menontonnya dipasang menambah kegembiraan. Tapi saat Anda menjatuhkan segelas anggur, atau anjing itu berjalan di atas tumpukan lumpur, hal-hal menuju ke selatan dengan cepat. Continue reading

Tafsir Ilmi

Presiden sama sekali tidak bersikap ambivalen dengan rencana DPR untuk menggunakan hak penyelidikannya untuk menyelidiki Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pernyataan acuh tak acuhnya bahwa hak penyelidikan adalah hak prerogatif DPR tampaknya menunjukkan bahwa Presiden mundur dalam panggilan sebelumnya untuk memperkuat KPK. Continue reading

Camat Mataram Optimistis Jadi Pemenang Lomba Kebersihan

Kecamatan Mataram yang memiliki 9 kelurahan dengan 55 lingkungan menyatakan optimis menjadi pemenang Lomba Kebersihan Lingkungan Tingkat Kota Mataram. Menurutnya, dalam Lomba Kebersihan Lingkungan tahun 2011 ini pihaknya mengajukan tiga lingkungan yang akan mewakili Kecamatan Mataram pada tingkat Kota Mataram. Tiga lingkungan tersebut adalah, Lingkungan Karang Timbal di Kelurahan Punie, Lingkungan Sukedane di Kelurahan Pagutan dan Lingkungan Karang Genteng di Kelurahan Pagutan.

“Terpilihnya tiga lingkungan ini karena berdasarkan hasil seleksi tingkat kelurahan, terbukti memiliki sistem kemasyarakatan salah satunya penanganan sampah dan kebersihan lingkungan sangat kompak, baik di kalangan remaja masjid, banjar maupun orangtua,” bebernya.

Sementara di tingkat kecamatan, proram-program masyarakat dalam upaya-upaya menjaga kebersihan lingkungan dan persampahan tersebut terus didukung. Bahkan pihak kecamatan telah mencanangkan program wajib Sabtu Bersatu dalam bentuk gotong royong yang dievaluasi per triwulan. “Selain melakukan kebersihan lingkungan, dalam gotong royong juga dilakukan penanaman pohon sekaligus untuk penataan kota,” terangnya.

Dia menilai, kegiatan gotong royong tidak hanya menjadi ajang melakukan kebersihan lingkungan, melainkan juga menjadi ajang silaturahmi, karena gotong royong melibatkan semua unsur masyarakat, aparat kelurahan dan kecamatan.

Di tempat yang sama Zainal Abidin salah satu tim penilai Lomba Kebersihan menagatakan, beberapa aspek penilaian meliputi, aspek kebersihan fisik lingkungan, peran serta masyarakat, managemen kebersihan lingkungan, kesadaran membayar retribusi dan aspek prasarana dan sarana kebersihan.

Menurutnya, penilaian lomba kebersihan lingkungan ini akan berlangsung selama sepekan pada enam kecamatan di Kota Mataram. “Lingkungan yang dinyatakan lolos seleksi berhak akan menjadi wakil masing-masing kecamatan untuk mengikuti lomba tingkat Kota Mataram,” ujarnya. Lomba kebersihan lingkungan ini, tambahnya lagi, bertujuan untuk membangun pemahaman masyarakat bahwa kebersihan merupakan tanggung jawab bersama.

Selain itu menumbuhkan kesadaran dan partisipasi kelompok dan masyarakat untuk menangani masalah persampahan. Sekaligus mengentaskan sebanyak mungkin lingkungan yang ada di Kota Mataram agar terjaga kebersihan dan keindahannya.

WALIKOTA Serahkan 47 Hewan Qurban

Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh menyerahkan 47 hewan qurban yang terdiri dari 15 sapi dan 32 ekor kambing. Usai melaksanakan shalat Iedul Adha di Halaman Eks Kantor Bupati Lombok Barat, Walikota Mataram secara simbolis menyerahkan hewan kurban tersebut ke Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kota Mataram di Kantor Walikota Mataram Minggu (06/11).

Selepas menyerahkan hewan qurban, Walikota bersama keluarga juga menyempatkan diri untuk menyaksikan proses pemotongan hewan qurban yang telah dinanti oleh para penerima daging kurban yang telah menanti sejak pagi.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Kota Mataram, Alwi, S.Sos menuturkan, seluruh hewan qurban tersebut berasal dari SKPD di Kota Mataram. Untuk pendistribusian sendiri lanjutnya, pihak Pemkot telah menyediakan 1000 kupon yang telah di distribusikan melalui Kepala Lingkungan se Kota Mataram serta ke lingkungan yang telah mengajukan proposal bantuan ke Pemerintah Kota Mataram.

Mengungkap Potensi dan Problema Pokok Rakyat KSB

Sebelum menjalankan program birokrasi, tentunya eksekutif dan legislatif sebagai pemegang amanat rakyat dituntut lebih cerdas dan bijaksana untuk membaca terlebih dahulu berbagai potensi dan problema pokok yang tengah dihadapi atau dirasakan oleh sebahagian masyarakat.

Selain itu, Bupati sebagai pemegang tunggal kebijakan eksekutif Daerah, tentunya diharuskan untuk terus membuat pemetaan potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang tersedia, hingga dapat dijadikan rumusan dalam berbagai program operasional ekonomi, dan politik yang detail.

Untuk itu, jika Eksekutif dan Legislative khususnya di KSB dapat menyadari, bahwa program pengembangan dan pemberdayaan Sumber Daya Alam (SDA) tersebut, merupakan salah satu langkah relevan dan mutlak sesuai kebutuhan mendesak yang cenderung obyektif, yaitu dengan segera mungkin harus membuat pemetaan awal berbagai potensi wilayah, termasuk tentang geografi, demografi, ekonomi mikro, mikro dan lain-lain yang akurat untuk dijadikan acuan atau pedoman sebagai landasan dalam menjalankan seluruh program pemerintahan daerah.

Sesuai data agraris Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang sempat di Up date wartawan Koran ini, terdapat sejumlah sumber yang dinilai sangat potensial untuk penghidupan sebagian masyarakat, bahw secara umum tercatat KSB tidak hanya memiliki kawasan hutan sekitar 73 persen yang rata-rata mangandung emas dan berbagai mineral pengikut lainnya, sedangkan lahan pertanian, perkebunan, industri, perdagangan serta pemukiman mencapai (184.882 Ha), dan sekitar 15 persen diantaranya merupakan lahan pertanian produktif atau lahan pertanian irigasi baku mencapai (8357 Ha), termasuk yang potensial seluas (5994 Ha) dan 5 persennya adalah lahan perkebunan, “Jika Potensi atau lahan agraris sebesar itu dapat segera kita manfaatkan secara maksimal, tentunya tidak hanya bisa mendongkrak APBD saja, namun dapat mendukung kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat KSB secara umum,” Unkap Ir. Muslimin HMY. M.Si Kepala Dinas Kehutanan, Perkebunan dan Pertanian (Dishutbuntan) KSB pada wartawan.

Dijelaskan, terlebih lagi Kabupaten bermotokan ”Pariri Lema Bariri” saat ini memiliki banyak gunung yang merupakan sumber air dan mineral mencapai (73.776.260.Ha), yang tentunya jika dikelola dengan sebaik-sebaiknya akan sangat berarti untuk menopang berbagai kebutuhan pokok seluruh masyarakat, belum lagi potensi kelautan yang luas dan strategis, terutama perairan laut dan pantai dari wilayah kecamatan seteluk hingga ke SP III kecamatan Sekongkang yang rata-rata berpotensi untuk dijadikan pembangunan di bidang perikanan, ”Ditambah juga dengan keberadaan rawa lebo Taliwang seluas 856 Ha, selain berpotensi untuk pengembangan Pariwisata namun bisa juga dijadikan tempat untuk pengembangan perikanan air tawar dalam upaya menopang kebutuhan protein rakyat KSB keseluruhan,” Jelas Muslimin.

Disisi lain, berbicara soal politik Eksekutif, Legislatif KSB dan sejumlah daerah lain yang selama ini terkesan belum maksimal, termasuk pemantapan pelaksanaan Pemerintahan otonomi daerah, juga proses demokrasi harus terus dibangun, Supremasi hukum terhadap kasus KKN ditegakkan, serta berbagai Peraturan Daerah (Perda) dan perundang-undangan tentang perlindungan TKI di luar Negeri harus di kokohkan.

Untuk itu ditekankan, agar seluruh elit politik Legislatif yang memiliki tupoksi Control dan pengawasan dapat seiring sejalan dengan eksekutif dalam menentukan berbagai kebijakan birokrasi, yang bertujuan untuk konstribusi sehingga mampu mendorong berbagai aspirasi dan partisipasi politik rakyat secara luas, ”Sangat mendasar dan produktifnya KKN birokrasi di daerah hanya timbul atau bersumber dari satu persoalan, yaitu pelaksana pemerintahannya yang terkesan tidak produktif, contoh konsumsinya jauh lebih besar jika dibandingkan kemampuan produksinya,” Kata Aldrin Rian Patopang tokoh pemuda dan pemerhati sosial politik Sumbawa Barat.

Menurutnya, salah satu contoh kecil yang sering terjadi selama ini, baikpun di tingkat paling kecil hingga pada ruang lingkup yang besar, termasuk dengan belanja rumah dan individu sampai kepada konsumsi regional dan nasional, sangat tidak sebanding dengan sumber utama kebutuhan daerah, sehingga tidak heran jika masih ada juga sejumlah oknum pejabat yang mengambil kesempatan dalam kesempitan melakukan KKN, untuk memperkaya diri dan kroni yang dapat merugikan keuangan daerah, ”Sudah saatnya para elit politik eksekutif dan legislatif KSB untuk lebih tegas dan focus melakukan control serta pengawasan, agar tertutupnya peluang bagi sejumlah oknum yang akan melakukan KKN,” Imbuh Riyan sapaan akrabnya.

Hal senada disampaikan tokoh agama Drs. Muhammad Nur Yasin yang juga mantan ketua Komite Pembentukan Kabupaten Sumbawa Barat (KPKSB), akan tertutupnya peluang atau kesempatan bagi sejumlah oknum birokrasi untuk melakukan KKN, selain secara rutin melakukan pembenahan system atau repormasi birokrasi, namun para pimpinan eksekutif dituntut untuk selalu terbuka atau transaparan dalam menjalankan berbagai program yang ditawarkan kepada rakyat, sehingga tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) yang diamanatkan kepada elit legislatif tersebut dapat berjalan sesuai harapan rakyat yang diwakili, ”Selama reksekutif dan legislatif belum menyatukan visi,misi dan target sesuai amanat yang diembannnya, tentu KKN tersebut akan lebih sulit diberantas,” tegas Ustadz Nun sapaan akrabnya pada Koran ini.

Selain itu, sebelum rancangan dan penetapan Peraturan Daerah (Perda), seharusnya eksekutif legislatif lebih cerdas dan bijaksana dalam membaca berbagai persoalan pokok rakyat dan memiliki payung hukum yang jelas, termasuk memantapkan pelaksanaan otonomi daerah dengan penataan kelembagaan, peningkatan kemampuan aparatur yang mengarah pada peningkatan kualitas pelayanan publik, akuntabilitas dan kemandirian masyarakat, mengingat KSB adalah salah satu kabupaten yang Baru terbentuk, “Salah satu solusi untuk menyelasaikan kontroversi politik yang selalu timbul di KSB, diminta agar Eksekutif dan Legislatif harus lebih tegas dan konsisten menjalkankan Tupoksi birokrasinya, barulah cita-cita dan harapan seluruh rakyat sejak awal terbentuknya KSB dapat segera dicapai,” tandasnya.