Memilih Partner Grosir Pakaian Anak Dan Bayi Yang Menguntungkan

Kami tidak hanya merayakan pencapaian setelah seperempat abad menerapkan Tujuan Bogor untuk mewujudkan perdagangan bebas dan terbuka, tetapi kami juga berada di persimpangan pilihan antara mengakui persaingan kekuatan besar atau berkolaborasi untuk mengatasi pandemi COVID-19. Saat Indonesia dan para Pimpinan grosiran lainnya mencanangkan Bogor Goals pada 16 November 1994, dengan harapan dapat menyatukan aspirasi masyarakat baik di negara berkembang maupun negara maju. Continue reading

Pasar Obligasi Tetap Menarik Bagi Asing Ke Indonesia

Hari ini, BI akan memutuskan kebijakan 7Day Reverse Repo Rate pada Rapat Dewan Gubernur hari Kamis ini, dengan kemungkinan mempertahankan kebijakan suku bunga acuan 7DRR pada enam persen, Soelistianingsih mencatat. Dia menunjuk kondisi makro yang relatif masih terjaga, seperti tingkat inflasi yang tetap rendah dan juga mencatat deflasi pada Februari 2019, pergerakan rupiah yang relatif stabil, dengan volatilitas yang rendah, dan data lain yang cenderung tetap stabil, meskipun transaksi yang sedang berlangsung masih luas. Continue reading

Tertibkan Spanduk dan Baliho

Aparat Satuan Polisi Pamong Praja Lombok Timur turun tangan untuk menertibkan ratusan spanduk dan baliho yang tidak berizin di sepanjang ruas jalan Masbagik hingga Selong. Aparat Pol PP pun dibantu aparat dari Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (PPKA) Lombok Timur.

Menurut Kepala Seksi Bidang Penetapan Pajak Dinas PPKA Lombok Timur, Jayadi, sebelum ditertibkan, para pemasang telah dipanggil, baik melalui surat maupun melalui saluran telepon untuk segera mengurus izin. Sayangnya, ada yang tidak mengindahkan sehingga langkah penertiban harus dilakukan.
Jayadi menjelaskan bahwa kebanyakan spanduk dan baliho yang ditertibkan itu sudah jatuh tempo pemasangan. Sebagian besar spanduk milik perusahaan promosi.

“Ini merupakan kegiatan rutin yang kami lakukan di seluruh Lotim, apalagi menjelang kedatangan Wakil Presiden RI yang akan berkunjung ke Lotim, Selasa mendatang. Sehingga agar kelihatan rapi dan nyaman spanduk-spanduk yang kelihatan mengganggu penglihatan dan tak berizin langsung ditertibkan,” jelasnya. Sedangkan untuk spanduk maupun baliho yang sifatya berbau nuasa sosial kemasyarakatan tidak ditertibkan karena ada toleransi di dalamnya.

BIL Mampu Tampung Tiga Juta Penumpang

Jika tak ada lagi aral melintang, BIL akan beroperasi pada 1 Oktober 2011. Dengan luas terminal yang mencapai 22.000 meter persegi, BIL akan mampu menampung setidaknya tiga juta penumpang setahun.

PT Angkasa Pura I telah menyusun hitungan mundur menuju operasional BIL pada 1 Oktober 2011. Haryoso Catur Prayitno, Direktur Operasi dan Teknik BIL saat memberi penjelasan pada Wapres Boediono 11 Juli lalu di proyek BIL mengatakan, penyelesaian terminal dan land side butuh waktu 1,5 bulan.

“Nanti kalau sudah mulai beroperasi, penumpang bisa ditampung mencapai tiga juta orang setahun,’’ kata Haryoso. Daya tampung BIL ini jauh memapui daya tampung Bandara Selaparang Mataram yang hanya 800 ribu orang setahun.

Haryoso mengatakan, peralatan navigasi sudah terpasang semua. Hasil pengecekan, alat-alat itu telah terkalibrasi dengan baik. “Radio tower juga sudah bagus dan baik serta siap operasi,” kata Haryoso.

Prosedur pengoperasiaian bandara juga sudah final dan kini tinggal disahkan Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

Fasilitas fisik yang sudah selesai saat ini adalah runway, taxiway, apron, dan tower, fasilitas lighting, dan peralatan navigasi. Ruang VIP, pemeriksaan keimigrasian dan bea cukai juga sudah tuntas. Termasuk juga instalasi PDAM, PLN dan saluran telepon.

Khusus terminal yang sudah terkendala 11 bulan terlambat dijadwalkan, tuntas akhir Juli. Sementara Depo Pertamina yang baru 60 persen, dijadwalkan selesai pada akhir September bersamaan dengan jalan lingkungan. Pada 31 Juli 2011, seluruh bagunan fisik telah selesai. Bangunan fisik penunjang dan landscape akan selesai pada 15 September 2011.

Pada 31 Agustus mendatang, BIL dan seluruh kelengkapannya sudah diverifikasi dan sudah commissioning. Publikasi pada otoritas bandara dunia sudah dilakukan pada 28 Juli lalu.

Pada tanggal 1 September PT Angkasa Pura I menyatakan, seluruh sumberdaya manusia untuk BIL telah siap. Sosialisasi dengan mitra kerja seperti kalangan maskapai dan usaha biro perjalanan mulai dilakukan 31 Agustus 2011. “Ini agar mereka mereka menyiapkan diri,” kata Haryoso.

Simulasi penerbangan akan digelar pada 5-8 September. Sementara operasi boyong akan dilakukan pada 30 September 2011 pukul 21.00 wita. “Jadi pada 1 Oktober 2011 semua sudah pindah, dan penerbangan akan dimulai dari BIL. Yang akan pindah terakhir adalah bagian ground handling dan mobil (pemadam) kebakaran,” katanya.

Wapres telah menekankan kepada PT Aangkasa Pura I untuk tidak lagi menunda oeprasional BIL. Bandara itu kata Wapres didukung penuh oleh pemerintah pusat, untuk kepentingan pengembangan NTB yang telah ditetapkan sebagai pintu gerbang pariwisata nasional.

Gubernur NTB, HM Zainul Majdi mengatakan, kenapa BIL diharapkan segera beroperasi, karena saat ini, Bandara Selaparang di Mataram telah over load. Bandara ini dipaksa mampu menampung 1,2 juta penumpang setahun jauh di atas kapasitasnya yang hanya mencapai 800 ribu penumpang setahun.

“Janji Angkasa Pura I yang akan mengoperasikan BIL pada tanggal 1 Oktober 2011 adalah janji kepada publik. Jadi publik yang akan menuntut jika Angkasa Pura I tidak menepati janji itu,” kata gubernur mengingatkan.

BKM Kuripan Gandeng BLH Lobar, Kelola Sampah Menjadi Pupuk Organik

“Kerjasama kemitraan strategis antara Pemda dengan BKM program PNPM Mandiri Perkotaan di Kuripan merupakan yang pertama di Provinsi NTB. Kami akan menjadikan ini sebagai pilot projek kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan,” kata Lalu Tatus Padmi, Fasilitator Tim Ahli Sosialisasi dan komunikasi PNPM Mandiri Perkotaan Provinsi NTB saat pembukaan pelatihan pengelolaan sampah menjadi pupuk organik bagi masyarakat Desa Kuripan Lombok Barat kerjasama BKM Sahsaka Kuripan dengan BLH Lombok Barat.

Hadir pada pembukaan pelatihan pengelolaan sampah menjadi pupuk organik, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan dan Pengelolaan Limbah Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Lombok Barat, Drs. Dayat, Kepala Desa Kuripan, H. Lalu Harta Muhardi, Koordinator Fasilitator Sosialisasi PNPM Mandiri Perkotaan Kabupaten Lombok Barat, Hartatik dan puluhan anggota BKM Desa Kuripan dan masyarakat Kuripan.

Sebelumnya PNPM Mandiri Perkotaan Lombok Barat telah menetapkan Desa Kuripan Kecamatan Kuripan sebagai pilot projek program Penataan Lingkungan dan Pemukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) yang didanai dari program PNPM Mandiri Perkotaan pemerintah pusat dengan anggaran ratusan juta rupiah. “Kami bangga dengan terobosan BKM Sahsaka dengan m Pemda Lobar dalam program PNPM Mandiri Perkotaan.

Hal inilah yang seharusnya dilakukan BKM lainnya dalam rangka mengentaskan angka kemiskinan,” ujar Koordinator Fasilitator Tim Ahli Sosialisasi PNPM Mandiri Perkotaan Lombok Barat, Hartatik. Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan dan Pengelolaan Limbah Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Lombok Barat, Drs. Dayat mengatakan, selain memberikan pelatihan kepada anggota BKM dan masyarakat di Desa Kuripan tentang pengelolaan sampah menjadi pupuk organik, BLH Lombok Barat juga memberikan bantuan peralatan berupa mesin pencacah sampah, bangunan tempat produksi pupuk organik dari sampah dan peralatan lainnya.

“Kami telah membantu BKM Sahsaka peralatan dan bangunan gedung senilai Rp146 juta pad akhir tahun 2012. Kami berharap program pengelolaan sampah menjadi pupuk organik di Desa Kuripan berjalan dengan lancar,” ujarnya. Sementara itu Koordinator BKM Sahsaka Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Zulkarnain mengatakan, kerjasama BKM Sahsaka Desa Kuripan dengan BLH Lobar mendapat respon sangat positif dari masyarakat Desa Kuripan.

Selain membuka lapangan pekerjaan baru, juga sangat berdampak luas terhadap kebersihan lingkungan yang selama ini menjadi persoalan penyebab terjadinya banjir dan membuat desa menjadi kelihatan kumuh. Namun dengan adanya pengelolaan sampah menjadi pupuk organik, kebersihan lingkungan dan termasuk di pasar juga akan terjaga dengan baik, Karen sampah rumah tangga dan sampah lainnya bisa dikelola baik itu menjadi pupuk organik dan juga kerajinan lainnya.

“Program pengelolaan sampah kerjasama BKM Sahsaka dengan BLH Lobar ini sangat membantu masyarakat secara keseluruhan di Desa Kuripan,” ujarnya. Hal senada juga diakui Wahyudin salah seorang anggota BKM Sahsaka Desa Kuripan. Menurut dia, seluruh anggota BKM Sahsaka bersama masyarakat akan bekerja keras dan berjuang mensukseskan program pengelolaan sampah menjadi pupuk organik secara berkelanjutan untuk jangka panjang. “Program ini sangat membantu masyarakat, baik dari kebersihan maupun dari sisi ekonomis,” ujarnya.